SOLO, SABTU — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap stimulus ekonomi senilai Rp 73 triliun yang terbagi menjadi jatah beberapa departemen dapat dialirkan mulai April 2009.
Saat berpidato pada acara peresmian Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/3), Presiden Yudhoyono mengatakan, ia telah memanggil menteri-menteri terkait dan memerintahkan mereka agar stimulus tersebut terserap secara tepat guna. "Mari kita sukseskan. Ini uang negara, uang rakyat, harus tepat sasaran, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Semua menteri sudah diundang dan saya katakan jangan terlambat. April harus sudah mengalir," kata Presiden.
Dalam pidatonya, Presiden merinci stimulus ekonomi senilai Rp 73 triliun itu di antaranya dialokasikan Rp 6,6 triliun untuk pembangunan jalan dan irigasi serta kesiapan menghadapi banjir yang dilakukan Departemen Pekerjaan Umum.
Kemudian Rp 2,19 triliun untuk pembangunan sarana bandara, pelabuhan, dan kereta api oleh Departemen Perhubungan, Rp 500 miliar untuk pembangunan transimisi dan distribusi listrik yang dilakukan Departemen ESDM, Rp 400 miliar untuk pembangunan rusunawa oleh Kementerian Perumahan Rakyat, dan Rp 650 miliar untuk pertanian dan irigasi oleh Departemen Pertanian.
Selain itu, Rp 100 miliar dialokasikan untuk pembangunan pasar tradisional dan sentra pedagang kaki lima oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM.
Selain itu, Rp 355 miliar untuk pembangunan pasar tradisional dan gudang logistik oleh Departemen Perdagangan, Rp 300 miliar untuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kemudian Rp 150 miliar untuk subsidi rumah sakit dan Rp 365 miliar untuk subsidi obat generik yang dialokasikan ke Departemen Kesehatan.
Menurut Presiden, dari subsidi Rp 73 triliun itu masih ada lagi Rp 12,2 triliun yang dialokasikan sebagai tambahan untuk departemen dan kementerian tertentu yang sebagian besar untuk pembangunan sarana dan prasarana.
Dalam pidatonya, Presiden juga mengingatkan kembali rencana penting pemerintah untuk mempercepat proyek pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Selain diharapkan dapat mempercepat perkembangan ekonomi, pembangunan proyek infrastruktur diharapkan menyerap tenaga kerja di dalam kondisi krisis keuangan global.
Presiden mengingatkan kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk pembangunan infrastruktur, yaitu dual track strategy yang menggunakan anggaran negara dan juga melibatkan sektor swasta serta investor luar negeri.
Dalam pidatonya, Presiden juga mengatakan kelanjutan proyek infrastruktur Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu proyek prioritas sehingga ia minta pembangunan tersebut ditindaklanjuti. "Karena itu, saya meminta Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU Djoko Kirmanto) bersama Gubernur Jawa Timur (Gubernur Jatim Soekarwo) dan bupati untuk sekali lagi di-update rencana untuk membangun infrastruktur di sepanjang Bengawan Solo," papar Presiden.
Proyek yang melibatkan dua provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur itu, menurut Presiden, merupakan megaproyek berbiaya sangat besar yang strategis dan dapat mengembangkan perekonomian Jawa Tengah dan Jawa Timur.
