Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 09:20 WIB
Cuaca Buruk Sebabkan Lion Air Tergelincir
Dian Pujayanti | Senin, 9 Maret 2009 | 19:47 WIB
|
Share:

C2-09
Humas Lion Air, Kapten Edward Sirait dan Katen Aviori, Safety Manager tengah memberikan keterangan terkait kecelakaan pesawat Lion Air.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Tergelincirnya pesawat Lion Air penerbangan Gorontalo-Jakarta saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng disebabkan oleh cuaca buruk.

Saat itu, sekitar pkl. 15.35 WIB hujan deras dan angin kencang menerpa bagian kiri pesawat hingga sayap kanan pesawat jenis Boeing MD 90 ini sempat oleng. Akibatnya ban pesawat berputar 90 derajat.

Demikian dikatakan Humas Lion Air, Kapten Edward Sirait di Jakarta, Senin (9/3).

Pesawat berangkat dari Ujung Pandang pukul 14. 35 WIT ke Jakarta dengan membawa 166 penumpang termasuk 6 awak pesawat. "Nomor penerbangan JT 793 dengan resgritasi pesawat PK LIL. Roda belakang baru terpendam lumpur dan patah 100 - 200 meter di luar run way 25 kiri," terang Edward.

Evakuasi langsung dilakukan 10 menit kemudian kepada 166 penumpang. Tidak ada korban dalam insiden ini. Sementara, barang-barang penumpang telah kembali pada pemiliknya masing-masing.

Mengenai pesawat, Edward menjelaskan, tidak ada catatan yang cukup berarti soal ketidaklaikan pesawat terbang. "Pesawat baru saja diproduksi 1998 diproduksi, dan termasuk jenis Boeing MD 90," terang EDward.

Pesawat diawaki oleh Kapten Haryanto Asmani, pilot yang menurut Edward cukup senior dengan jam terbang yang cukup banyak. Diperkirakan terjadi delay pendaratan pada 15 perjalanan Lion Air menuju Bandara Soekarno Hatta.

"Pasti terganggu apalagi peek season. delay pasti terjadi, dan tidak ada pengalihan penerbangan," tambahnya.

Pesawat saat ini masih berada di Run Way 25 kiri Terminal Satu bandara dan berada pada jalur hijau (rumput). Hingga pukul 19.28 WIB Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menuju lokasi kejadian.

"Kita akan berkoordinasi dengan KNKT, data-data apa yang menjadi investigator akan menjadi pedoman kami," terang Edward.