Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 09:20 WIB
Perbankan Diharap Beri Stimulus UKM
Rosdianah Dewi | Senin, 9 Maret 2009 | 21:47 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY FRANSISKA

TERKAIT:

JAKARTA, MINGGU - Pihak perbankan diharapkan memberi bantuan pelaku usaha kecil mandiri (UKM) demi mengembangkan usaha mereka.

Demikian yang disampaikan ketua umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa di Jakarta, Senin (8/3). "Seharusnya pihak bank memberikan stimulus, seperti memberikan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman pada UKM agar mereka dapat mengembangkan usahanya." tegas Erwin.

Menurut Erwin, saat ini pihak perbankan enggan mengambil risiko dengan memberikan pinjaman kepada UKM. Bank memukul rata bahwa UKM tidak mempunyai prospek, UKM mendapat bunga pinjaman yang lebih besar daripada perusahaan besar.

Pihak bank, kata Erwin harus lebih jeli melihat sektor mana yang mempunyai prospek untuk berkembang. "Perbankan harus lebih berani dan kreatif melihat sektor usaha mana yang masih mempunyai peluang," ujar Erwin.

Sektor usaha yang menurut Erwin masih mempunyai prospek untuk berkembang adalah sumber daya alam seperti pertanian dan properti seperti perumahan masyarakat dan sektor jasa. "Sesuatu yang masih diperlukan dan sesuatu yang masih ada dukungannya di dalam negeri masih layak untuk didanai, " terang Erwin.

Selain itu, Erwin juga berpendapat pihak perbankan perlu mengefisiensikan dana mereka agar dapat dialihkan untuk memberikan bantuan kepada pengusaha UKM.

Saat ditanya mengenai suku bunga yang diinginkan, Erwin mengatakan suku bunga pinjaman yang ideal bagi UKM adalah untuk bank pemerintah sebesar 11-12 persen dan untuk bank swasta sebesar 14-15.

Selain pihak perbankan, Erwin juga mengharapkan pemerintah juga ikut mendorong berkembangnya UKM. "Pemerintah juga harus memberikan intensif agar UKM berkembang, misalnya dengan mengurangi PPH (pajak penghasilan) 22," terang Erwin.

Dengan pengurangan PPH, UKM dapat mengatur keuangan mereka sehingga tidak perlu melakukan PHK kepada karyawannya. Erwin juga berpesan kepada para pengusaha UKM, untuk membenahi sistem penyimpanan data agar dapat mengembangkan usaha mereka.

"Saat ini dokumentasi legal dan laporan keuangan UKM masih harus diperbaiki. Merapihkan data yang ada itu juga perlu untuk dapat melakukan ekspansi," saran Erwin.