JAKARTA.KOMPAS.com — Dunia usaha mengharapkan suku bunga kredit bisa turun menjadi 10-11 persen agar kredit yang tersedia bisa diserap untuk modal kerja dan investasi.
"Dunia usaha mengharapkan suku bunga bank segera turun ke level 10 hingga 11 persen," kata Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Indonesia Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis (12/3).
Ia menilai saat ini penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) gagal bertransmisi ke penurunan suku bunga bank, baik untuk kredit modal kerja maupun investasi.
Saat ini, menurut dia, suku bunga bank untuk kredit modal kerja dan investasi berada di kisaran terendah, 16 persen hingga maksimal 18 persen. Bahkan, lembaga pembiayaan menetapkan suku bunga di kisaran 22-24 persen.
"Keringnya likuiditas di dalam negeri menyebabkan perbankan "jor-joran" menawarkan suku bunga deposito yang tinggi bagi para deposan. Akibatnya harga dana untuk kredit menjadi sangat mahal," ujar Bambang.
Akibatnya, kata dia, permintaan kredit terus menurun. Sepanjang Januari 2009 permintaan kredit anjlok sampai Rp 17,8 trilun. BI sendiri telah mengoreksi target pertumbuhan kredit dari 20 menjadi 15,6 persen. "Hal itu karena memang permintaan kredit sekarang ini turun akibat suku bunga masih tinggi," kata Bambang.
