JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia akan melakukan buy back sahamnya dalam beberapa bulan ke depan.
"Update per 13 Maret ini, ada 12 perusahaan yang melaksanakan buy back. Ada yang tahap pertama atau diperpanjang," kata Kepala Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) Fuad Rahmany saat jumpa pers, di kantor Bappepam-LK, Jakarta, Jumat (13/3).
PT Global Mediacom Tbk melakukan pembelian kembali sahamnya (buy back) tahap pertama maksimal 20 persen saham yang dimiliki publik. Untuk buy back tersebut, PT Global Mediacom menyiapkan dana sekitar Rp 300 miliar. Buy back akan dilaksanakan tanggal 4 Maret hingga 4 Juni 2009.
Selain Global Mediacom, PT Kageo Igar Jaya juga melakukan buy back maksimal 20 persen dengan total dana yang disediakan Rp 30 miliar. Adapun untuk saham yang telah dibeli sebanyak 8.053.000 lembar dengan dana sebesar Rp 1,334 miliar, sedangkan dana yang masih tersisa sebesar Rp 28,67 muliar. Pelaksanaan buy back dimulai tanggal 29 Januari-28 April 2009.
Untuk perusahaan yang memperpanjang pelaksanaan buy back antara lain PT Adhie Karya dari 23 Januari hingga 22 April 2009 dengan maksimal pembelian saham 17,78 persen. Dana yang masih tersisa sekitar Rp 40,24 miliar.
PT Bakrieland Development Tbk dengan jumlah maksimal 20 persen. Pelaksanaan buy back dilaksanakan dari 16 Januari-15 April 2009 dengan dana yang disediakan sebesar Rp 510 miliar.
PT Real Property dengan dana yang disediakan Rp 193 miliar, PT Media Nusantara Citra dengan dana sebesar Rp 491,10 miliar, PT Perdana Karya Perkasa Rp 25 miliar, PT PP London Sumatera dengan dana sebesar Rp 728 miliar, PT Jasuindo Tiga Perkasa dengan dana sebesar Rp 1,374 miliar, PT Kalbe Farma Tbk dengan dana sebesar Rp 867,93 miliar, PT Wijaya Karya dengan dana sebesar Rp 112,30 miliar, dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk dengan dana sebesar Rp 51,59 miliar.
