Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 09:59 WIB
Wapres: Ibu-ibu Jangan Pakai Produk Asing
Suhartono | Rabu, 18 Maret 2009 | 10:52 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Rabu (18/3) pagi ini, meresmikan Gelar Produk Kerajinan Indonesia yang diadakan di Jakarta Convention Centre, Jakarta. Pameran yang berlangsung lima hari itu bertema "Bangga Kriya Kreatif Indonesia". Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Dalam acara itu, Wapres Kalla menyatakan, Dekranas harus memiliki standar mutu bagi setiap kerajinan nasional agar dapat menjadi acuan untuk diekspor ke luar negeri. "Jadi, harus ada standar mutu supaya ada mutu yang dapat menjadi acuan dalam ekspor ke luar negeri," kata Kalla.

Untuk kesekian kalinya, Kalla mengingatkan agar masyarakat Indonesia mencintai produksi nasional. "Setelah baju buatan lokal, juga sepatu yang kita inginkan supaya dicintai oleh masyarakat Indonesia. Kini, kain nasional yang akan dicanangkan. Tetapi, perlu juga diingatkan kepada ibu-ibu agar juga mencintai tas buatan nasional. Jangan pake Gucci dan produk asing lainnya," Kalla mengingatkan.

Menurut Kalla, percuma kalau cinta produksi Indonesia dipidatokan setiap hari, tapi produk asing masih dipakai sejumlah masyarakat Indonesia. Sementara itu, Ny Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dekranas menyambut baik diselenggarakannya acara ini.

Sebelum memulai pidatonya, Ny Mufidah menyampaikan salam hangat dari Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono, yang duduk sebagai Ketua Penasihat Dekranas. Dekranas merupakan dewan yang mengembangkan dan mengelola kerajinan dan seni Indonesia. Dewan ini dibina oleh tujuh kementerian, yaitu Departemen Dalam Negeri, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Koperasi dan UKM, serta Kementerian Negara BUMN.

Dalam acara itu hadir sejumlah menteri kabinet, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (Sikib), Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan pejabat lainnya.