JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat sering salah kaprah dalam mengartikan kerajinan. Demikian dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat pembukaan Gelar Produk Indonesia di Jakarta, Rabu (18/3). "Selama ini kita terasosiasi kerajinan berarti seni. Padahal, kerajinan berasal dari kata rajin, yang berarti kerajinan adalah produk dari orang-orang yang rajin," kata JK.
JK menjelaskan, produk kerajinan akan lebih bermakna jika selain ada nilai seni juga ada nilai komersial. "Nilai komersial juga harus sesuai dengan pasar," ujar JK
Menurut JK, teknologi juga dapat digunakan oleh para perajin. "Dengan adanya keterlibatan dari ahli seni, teknologi, maka finishing akan lebih baik," katanya.
Ditegaskan JK, standar mutu pun harus juga ditetapkan. "Harus ada acuan standar mutu, jadi bila diekspor sudah ada acuan mutu yang baik dari dalam negeri, " ujarnya.
JK juga memberi pesan kepada perajin untuk bangga pada produk mereka sendiri. JK mencontohkan industri kerajinan di Korea maju karena mereka bangga memakai merek dalam negeri. "Kita masih dalam tahap itu, masih ragu-ragu. Masih menyukai memakai produk dalam negeri yang ditempel merek Italia," terang JK.
