Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:05 WIB
Ekspor Tekstil Ke Timur Tengah Turun 25 Persen
Dwi Bayu Radius | Minggu, 22 Maret 2009 | 21:01 WIB
|
Share:

KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYAS
Krisis global berdampak pada turunnya produksi tekstil di CV Sandang Nasional di Jalan Cimuncang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/2). Kondisi tersebut telah berlangsung empat bulan dan terus menurun, dari semula 1,8 ton kain menjadi 1,2 ton per hari. Sisa produksi kain yang tidak terjual semakin banyak, mencapai 50 persen dari jumlah produksi per hari.

TERKAIT:

 BANDUNG, KOMPAS.com - Permintaan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) dari Jawa Barat ke Timur Tengah menurun sekitar 25 persen akibat krisis global. Para pengusaha tengah berupaya mencari pasar-pasar lainnya, terutama ke Asia.

President Director PT Firman Jaya Dua Saudara, Eddy Soekwanto di Bandung, Minggu (22/3), mengatakan, negara-negara tujuan ekspor perusahaan itu adalah Dubai, Riyadh, dan Jeddah. Ekspor perusahaan itu menurun sejak November 2008.

"Sebelumnya, ekspor setiap bulan sekitar empat kontainer, masing-masing berisi 20 ton tekstil, turun menjadi tiga kontainer. Kuantitas perusahaan-perusahaan TPT lain di Jabar dengan tujuan ekspor ke Timur Tengah juga menurun, rata-rata seperempatnya," kata Eddy.

Ia mengatakan, penurunan permintaan pasar Timur Tengah dianggap tidak terlalu besar dibandingkan Amerika Serikat dan Eropa. "Kalau pasar Amerika Serikat bisa dibilang tengah lumpuh. Eropa juga sama, tidak lebih baik. Jadi, banyak pabrik yang sekadar bertahan," katanya.