JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis global yang mempengaruhi perekonomian banyak negara saat ini diminta jangan sampai mengabaikan investasi di bidang pendidikan. Penyediaaan anggaran untuk meningkatkan pendidikan bermutu bukan saja dapat memacu pemulihan ekonomi, tetapi juga berkontribusi untuk memperkuat pertumbuhan di masa depan dan menjamin stabilitas global jangka panjang.
Seruan untuk menyediakan anggaran yang cukup dan memadai untuk mendukung pendidikan berkualitas itu disampaikan Koïchiro Matsuura, Direktur Jenderal UNESCO, pekan ini. Pesan tertulis itu disampaikan kepada pemimpin G20 yang bertemu di London, Inggris. UNESCO meminta supaya pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
Anggaran pendidikan merupakan salah satu investasi yang paling produktif yang dapat dibuat negara. Penelitian menunjukkan peningkatan anggaran pendidikan di satu tahun ajaran bisa meningkatkan produk domestik bruto per kapita sebesar GDP 4-6 persen. "Karena itulah, UNESCO meminta supaya dalam pembahasan krisis global juga dibahas soal pendidikan," kata Matsuura.
Investasi untuk sains, inovasi, dan teknologi baru, termasuk teknologi ramah lingkungan juga sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi untuk memelihara lingkungan secara berkesinambungan.
Lodi Paat, Koordinator Koalisi Pendidikan, di Jakarta, Jumat (3/4), mengatakan pemerintah harus mengutamakan pendidikan untuk memperbaiki masa depan bangsa. Untuk membuat akses pendidikan bermutu terbuka bagi semua, pemerintah harus memberi porsi anggaran yang tinggi dan tidak menjadikan pendidikan sebagai komoditas politik.
Dodi Nandika, Sekeretaris Jenderal Depdiknas, mengatakan pemerintah menyadari dampak krisis yang bisa menyebabkan anak-anak putus sekolah karena biaya sekolah yang harus ditanggung. Untuk anak-anak tidak mampu, pemerintah meningkatkan alokasi beasiswa bagi siswa dan mahasiswa.
Selain itu, kata Dodi, peningkatan kecakapan hidup bagi siswa juga dilakukan. Tujuannya supaya anak-anak Indonesia punya keahlian dan kemampuan untuk hidup mandiri dan bertahan di masa krisis sekali pun.
