Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 21:58 WIB
SBY: Saya Tak Akan Ngemplang Utang!
Inggried Dwi Wedhaswary | Minggu, 5 April 2009 | 11:48 WIB
|
Share:

Inggried Dwi W
Kampanye Partai Demokrat di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/4), digelar di Gedung Tri Bakti dengan kemasan yang berbeda dengan kampanye sebelumnya.

MAGELANG, KOMPAS.com - Kebijakan mengenai utang luar negeri, menjadi salah satu hal yang ditanyakan oleh kader dan simpatisan Partai Demokrat, saat berdialog dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat Ketua Dewan Pembina, dalam kampanye di Magelang, hari ini.

Kepada Presiden RI itu, pria bernama Trias Handayani mempertanyakan, apakah berutang akan menjadi agenda bagi pemerintahan SBY. "Utang luar negeri kita sudah ndedeng ireng (sangat besar). Apa tiap tahun mau dikurangi? Atau ditambah terus sehingga ngemplang?," tanyanya, pada acara yang berlangsung di Gedung Tri Bakti itu. SBY mengatakan, mengemplang (meminjam tapi tidak membayar) utang tak mungkin dilakukan.

"Ngemplang itu enggak punya harga diri. Mau minjam, kok enggak bayar. Saya tidak mau mencoreng bangsa, dan dicap sebagai bangsa yang ngemplang utang," ujarnya. "Kalau nanti ada presiden yang mau ngemplang silakan, tapi kalau saya tidak," ujar dia.

Selama ini, memang ada pihak-pihak menilai negatif atas pinjaman luar negeri Indonesia. SBY pun memaparkan, soal utang luar negeri, pada tahun ini mengalami penurunan ratio pembayaran utang. "Dulu, lima tahun lalu, pendapatan kita separuh lebih untuk membayar utang. Tapi tahun ini ratio turun hanya sekitar 33 persen dan ini yang paling baik di Asia Tenggara," ujar SBY.