Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 22:07 WIB
Asuransi Kendaraan Bermotor Makin "Moncer"
Hendra Gunawan | Rabu, 8 April 2009 | 10:35 WIB
|
Share:

JAKARTA,KOMPAS.com — Keberadaan kendaraan bermotor di dalam negeri yang semakin banyak menjadi sasaran empuk perusahaan-perusahaan asuransi dalam melakukan ekspansi pada masa krisis finansial. Masyarakat lebih berhati-hati dalam kepemilikan kendaraan mereka menjadikan asuransi ini menjadi moncer.

Asuransi kendaraan bermotor ini menjadi salah satu bisnis mikro yang sedang diincar oleh perusahaan-perusahaan asuransi. "Dalam situasi seperti ini, tampaknya bisnis mikro menjadi incaran perusahaan asuransi, terutama yang berkaitan dengan kendaraan bermotor dan properti," kata Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Frans Wiyono kepada PersdaNetwork di Jakarta.

Masa krisis keuangan saat ini menyebabkan asuransi belum mengandalkan sektor korporasi. Hal ini bisa dilihat dari tren banyaknya perusahaan yang semakin kesulitan sehingga risikonya semakin tinggi. Untuk industri asuransi ini, kendaraan bermotor memang memiliki trend yang sangat positif. Penerimaan premi dari tahun ke tahun meningkat tajam. Disebutkannya, pada 2005 mencapai Rp 3,11 triliun lalu meningkat menjadi Rp 3,5 triliun pada 2006 dan menjadi Rp 4,2 triliun pada 2007.

Pada 2008 angkanya belum sepenuhnya dihitung. Namun, menuru Frans, kenaikannya diperkirakan mencapai dua digit. "Tahun ini memang sulit, tetapi perusahaan harus mencari terobosan bisnis mikro. Trend peningkatannya masih bisa terjadi dan potensi sangat
besar," ujarnya.

Sebelumnya, hal sama diutarakan oleh Direktur PT Asuransi Sinar Mas Dumasi Magdalena Samosir. Pada 2009 ini Simas akan lebih mengarahkan bidikannya kepada sektor ritel. Disebutkan, asuransi pada kendaraan bermotor sudah terbukti. Pada 2008 Simas sukses meraup dana premi sebesar Rp 551 miliar dari perlindungan terhadap motor dan mobil tersebut. Klaimnya pun tidak banyak, tidak lebih dari 10 persen.

"Memang besaran preminya kalah dibanding dengan properti, tetapi asuransi kendaraan risikonya sedikit sehingga klaimnya pun tidak banyak," kata Direktur PT Asuransi Sinar Mas di Jakarta baru-baru ini.

Disebutkan, Simas tahun lalu mampu menggalang dana asuransi dari properti sebesar Rp 2 triliun, akan tetapi jumlah klaimnya juga lebih banyak. Meskipun Dumasi tidak menyebut angkanya, banyaknya kejadian pada 2008 membuat asuransi ini juga banyak mengeluarkan uang klaim.

"Tahun lalu kan banyak pabrik-pabrik kebakaran juga rumah-rumah kebakar, jadi ya lumayan juga," ujarnya.