BEIJING, KOMPAS.com —
Cadangan devisa China merupakan yang terbesar di dunia, naik 7,7 miliar dollar AS pada kuartal pertama 2009. Tahun lalu, pada kuartal pertama, cadangan devisa China naik hingga 146,2 miliar dollar AS. Kenaikan kuartal pertama itu juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kenaikan pada kuartal keempat 2008 yang mencapai 45 miliar dollar AS, sebagaimana diberitakan kantor berita China, Xinhua. Kenaikan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya itu disebabkan karena penurunan impor. Ini seiring dengan turunnya permintaan dunia atas barang buatan China karena krisis global.
Para analis yakin China masih akan memegang 70 persen aset cadangan devisa dalam denominasi dollar AS, termasuk surat berharga Pemerintah AS.
Cadangan devisa juga naik karena Bank Sentral China terus membeli dollar AS dari pasar derasnya arus masuk investasi asing. Walau perekonomian China menurun di sektor perdagangan dan properti domestik, data terakhir menunjukkan penurunan itu semakin mengecil. Pemerintah sudah mengambil langkah guna mencegah penurunan ekspor lebih dalam, seperti pengurangan pajak ekspor dan mencegah penguatan kurs yuan.
Para ekonom mengatakan, langkah itu dapat menegangkan hubungan China dengan para mitra dagang jika China berdagang dengan cara tak wajar. PM Inggris Gordon Brown pernah meminta China mengucurkan dana talangan dari cadangan devisanya.


