Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 22:20 WIB
Pemilu Berpotensi Dongkrak Peredaran Uang Palsu
Wahyu Satriani Ari Wulan | Kamis, 16 April 2009 | 11:49 WIB
|
Share:

SURYA/SUGIHARTO
Petugas Kejaksaan Negeri Surabaya menunjukkan dolar palsu yang akan dibakar April 2008 lalu.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Total uang beredar di masyarakat meningkat sekitar 10-20 persen seiring dengan momen pemilu. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Rochadi, meningkatnya jumlah uang beredar berpotensi mendongkrak peredaran uang palsu.

"Pemilu kemarin peredaran uang naik 10-20 persen. Dalam situasi sempit seperti ini uang palsu bisa bertambah," ujarnya, di sela diskusi panel "Strategi Penanggulangan Peredaran Uang Palsu", di Gedung BI, Jakarta, Kamis (16/4). 

Wakil Direktur Ekonomi Khusus II Mabes Polri Kombes Subagyo mengatakan, temuan uang palsu sampai dengan Maret 2009 mencapai 15.569 lembar uang palsu. Dengan pecahan uang Rp 100.000 sebanyak 5.552, pecahan Rp 50.000 sebanyak 3.993. Sedangkan temuan bank swasta mencapai 5.855 lembar.

"Yang ditangkap Polri mulai tahun 2004-2009 tahun ke tahun mengalami fluktuasi. Nilai nominal di bawah Rp 50.000 relatif kecil dibandingkan yang Rp 100.000, karena buat uang palsu modalnya juga tidak murah," tuturnya.