SEMARANG, KOMPAS.com — Program padat karya untuk ratusan korban pemutusan hubungan kerja massal di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, hingga kini belum juga bergulir. Tanpa penanganan serius dan terpadu dari pemerintah, kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan sosial.
Sekretaris Lurah Harjosari, Antuk Lestari, Kamis (16/4), mengungkapkan, sejumlah program padat karya yang bernilai ratusan juta untuk Kelurahan Harjosari, hingga saat ini belum bergulir. Program padat karya itu diperkirakan menyerap tenaga kerja sekitar 100 orang. Di kelurahan ini, sekitar 800 warganya terkena PHK.
Hampir sebagian besar korban PHK di atas usia produktif sehingga sulit diserap perusahaan lainnya. Padahal, mereka juga tidak memiliki modal usaha karena pesangon dicicil. Di sisi lain, lanjut Antuk, sejumlah korban PHK itu sudah banyak yang mengadu kesulitan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Ada yang kesulitan membayar angsuran kredit rumah, sepeda motor. Yang membuat saya prihatin, ada seorang warga yang mengaku setiap melihat dompet jadi timbul keinginan mencopet. Begitu putus asanya dia. Saya hanya bisa meminta dia bersabar," ungkapnya.

