JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Andara menargetkan dapat menggaet 1 juta nasabah selama 3 tahun pasca-akusisi PT Bank Sri Partha oleh empat investor baru.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Andara Paulus Wiranata, seusai peluncuran Bank Andara, Jakarta, Senin (20/4). "Kami targetkan 1 juta nasabah atau sekitar 2-3 persen dari total market share di Indonesia," kata Paulus.
Untuk tahap awal, Bank Andara akan mengalokasikan dana sekitar Rp 300 miliar untuk kredit lembaga keuangan mikro. Lebih jauh, Paulus mengatakan bahwa pihaknya juga akan meningkatkan modal menjadi Rp 275 miliar dari permodalan dasar Bank Andara yang mencapai Rp 135,9 miliar.
"Besok kami akan ada RUPS (rapat umum pemegang saham) dan meningkatkan modal menjadi Rp 275 miliar. Tapi kami menginginkan modal dapat bertambah menjadi 2 kali dari Rp 135 miliar itu," tuturnya. Modal tersebut akan disetor dalam tahun ini hingga tahun depan.
Menurut Paulus, tambahan modal tersebut berasal dari sejumlah investor besar yang bersifat social investor yang mempunyai visi misi untuk mengentaskan masyarakat miskin. "Kemungkinan besar investor dari Amerika akan masuk," ujarnya.
Saat ini, ada empat pemegang saham yang menjadi investor di Bank Andara, yakni Mercy Corps International (MCI) sebesar 42 persen, International Finance Coorporation (IFC) sebesar 20 persen, The Hivos-Triados Fund (HTF) sebesar 17 persen, dan Catholic Organizations for Relief and Development Aid (Cordaid) sebesar 13 persen. Selain itu, juga ada pemegang saham Bank Sri Partha, yakni I Wayan Gatha, sebesar 11 persen.


