Sabtu, 29 November 2014

/ Bisnis & Keuangan

Bunga Kredit Turun

Kamis, 23 April 2009 | 08:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mendorong pasar otomotif, PT Bank Central Asia Tbk menurunkan tingkat suku bunga kredit kendaraan bermotor menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 6,25 persen. Penurunan itu berlaku per 20 April 2009. Kebijakan penurunan itu disampaikan Direktur PT BCA Finance Petrus S Karim di Jakarta, Rabu (22/4). PT BCA Finance sebagai anak perusahaan yang dipercaya untuk mengelola produk kredit kendaraan bermotor (KKB) BCA. Produk ini diprioritaskan untuk nasabah BCA.

Kebijakan penurunan suku bunga ini diharapkan dapat ikut mendongkrak kinerja bisnis otomotif yang cenderung melemah seiring dengan langkah hati-hati perbankan dalam mengucurkan kredit konsumsi, termasuk untuk kendaraan bermotor.

Petrus menjelaskan, pertimbangan BCA Finance dalam menurunkan bunga KKB ini berawal dari imbauan pemerintah pascapenurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

”Lebih penting lagi, masyarakat maupun dealer kendaraan bermotor sangat menantikan penurunan bunga KKB sehingga minat membeli kendaraan bisa bertumbuh,” kata Petrus.

BCA Finance tetap mempersyaratkan status konsumen kendaraan sebagai nasabah BCA sehingga rekam jejaknya mudah ditelusuri berdasarkan data yang ada di kantor cabang BCA. Hal itu pun mempermudah pengurusan kredit karena hanya membutuhkan waktu 1-2 hari setelah pengajuan akad kredit.

Menurut Petrus, dari bunga KKB sebesar 6,25 persen, jumlah pengajuan KKB yang direalisasikan bisa mencapai 3.000 unit per bulan. Penurunan bunga ini diharapkan memacu realisasi menjadi 5.000 unit per bulan.

Dari data BCA Finance, jumlah kucuran KKB BCA tahun 2008 mencapai Rp 4,1 triliun. Jauh melebihi target sebesar Rp 3,7 triliun. Kredit bermasalah (non performing loan/NPL) hanya 0,2 persen. Tahun 2009, target kucuran KKB dinaikkan 21 persen menjadi Rp 4,8 triliun.

EVP Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri Mansyur S Nasution mengatakan, kredit kendaraan bermotor Bank Mandiri hingga saat ini masih tumbuh. Pihaknya selalu memenuhinya permintaan KKB.

Memicu kompetisi bank

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Candra menyambut positif penurunan bunga KKB BCA. Bagi industri otomotif, penurunan itu mendukung prospek penjualan otomotif mengingat industri otomotif kini sedang berupaya agar tetap tumbuh.

”Penurunan industri otomotif dapat memicu kompetisi antarbank. Selama ini penurunan bunga acuan Bank Indonesia belum membuat perbankan ikut menurunkan suku bunga komersial, termasuk bunga kredit kendaraan bermotor,” ujar Amelia.

Menurut Amelia, penurunan KKB BCA diharapkan juga untuk konsumen umum atau non-nasabah BCA yang selama ini masih dikenai bunga 8,5 persen. Meski fasilitas penurunan bunga KKB BCA itu diprioritaskan untuk nasabah BCA, kebijakan BCA ini di- perkirakan akan membuat bank lain ketar-ketir. Apalagi, penjualan otomotif akan didorong lagi dengan pameran otomotif beberapa bulan mendatang.

Hal senada diungkapkan Kepala Departemen Komunikasi Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Achmad Rizal. Menurut Rizal, penurunan ini merupakan bentuk stimulan yang diberikan perbankan sehingga beban angsuran kendaraan menjadi lebih ringan. ”Bank lain semestinya merasa tertantang dengan kebijakan BCA,” ujar Rizal.


Editor :
Sumber: