KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Bagaimana Memilih Produk Reksadana
Rabu, 29 April 2009 | 15:26 WIB

KOMPAS.com — Dewasa ini penipuan dengan modus penipuan pada produk-produk reksadana ataupun dana bergulir lainnya semakin marak, terakhir yang sedang menjadi sorotan adalah kasus PT Antaboga Delta Sekuritas. Dari kasus-kasus itu, masyarakat awam lagi-lagi menjadi korbannya.

Menurut pengamat ekonomi Aviliani, saat ini masyarakat masih tergiur dengan iming-iming bunga yang tinggi. "Kebanyakan masyarakat kurang memahami produk. Sebenarnya ada tiga macam produk reksadana yaitu reksadana sangat tidak berisiko, fix income dengan risiko 50 persen dan yang benar-benar berisiko adalah saham. Itu yang tidak diketahui masyarakat," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4).

Untuk menghindari tindak penipuan, lanjut Avialiani, sebelum membeli produk reksadana, masyarakat harus jeli. "Pertama, baca perjanjian secara teliti, pastikan kalau produk yang legal dan tercatat pada Bapepam-LK. Jika terjadi sesuatu maka Bapepam-LK akan bertanggung jawab," terangnya.

Yang kedua adalah perhatikan kinerja perusahaan tersebut melalui laporan keuangan. Apakah dari tahun ke tahun ada peningkatan atau tidak, berapa jumlah nasabah makin naik atau tidak. Dan yang terakhir adalah lihat perusahaan apa saja yang menjadi investornya. "Kalau banyak perusahaan yang bonafide menjadi investor, maka sudah dipastikan produk reksadana itu aman," jelasnya.

Dikatakannya, jika tidak mau mengambil risiko, masyarakat dianjurkan mengambil instrumen investasi yang cukup aman seperti program deposito.

Penulis: RDI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.