Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 23:29 WIB
Jelang Pengumuman "Stress Test", Wall Street Merah
Erlangga Djumena | Rabu, 6 Mei 2009 | 08:02 WIB
|
Share:

NEW YORK, KOMPAS.com — Saham-saham Wall Street melemah pada Selasa waktu setempat dalam perdagangan yang ragu-ragu di tengah kekhawatiran tentang penurunan modal bank-bank AS yang sedang menjalani stress tests (uji ketahanan) dan komentar hati-hati mengenai  ekonomi oleh Ketua The Fed Ben Bernanke.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 16,09 poin, atau 0,19 persen, menjadi 8.410,65 sehari setelah melonjak 2,6 persen yang mengangkat indeks saham blue-chip ke posisi tertinggi sejak 13 Januari.

Indeks komposit Nasdaq menyusut 9,44 poin, atau 0,54 persen, menjadi 1.754,12 dan indeks Standard & Poor’s 500 turun 3,44 poin, atau 0,38 persen, menjadi 903,80.

Pasar bergerak di sebuah kisaran sempit dalam hanya sedikit kemunduran dari kenaikan tajam pada Senin, di tengah kekhawatiran berita laporan tentang 10 dari 19 bank terbesar AS yang menjadi subyek  "stress tests" untuk megukur stabilitas keuangannya kemungkinan perlu menaikkan lebih banyak modal.

Regulator perbankan AS dan Federal Reserve akan mengumumkan  hasil uji ketahanan 19 bank tersebut pada Kamis.

Akan tetapi, John Wilson dari Morgan Keegan mengatakan, pasar tampak telah memiliki faktor dalam stress tests. Para investor kelihatannya mengambil sebuah pandangan penuh harapan yang wajar terhadap rilis ’stress tests’ mendatang," kata dia. "Sebuah informasi sedikit lebih baik telah bocor, selanjutnya pengumuman resminya akan menjadi anti klimaks."

Sementara Bernanke kepada para pembuat undang-undang mengatakan, resesi yang menimpa ekonomi AS dapat berbalik sekitar tahun ini, namun memperingatkan berlanjutya pemutusan hubungan kerja "cukup besar" dan rentannya sistem keuangan. "Bernanke masih hati-hati dan menunjuk tingkat pertumbuhan ekonomi kemungkinan masih di bawah potensi berjalan lebih lama untuk sementara waktu," kata para analis Charles Schwab & Co.

"Bernanke juga menyerukan perhatian terhadap pentingnya sistem perbankan untuk setiap prospek pemulihan dan menyebutkan lagi  stress tests telah diterapkan kepada bank-bank utama AS, meski ia gagal memberikan para investor suatu petunjuk apa yang akan dihasilkan dari tes ini".

Pada sisi ekonomi, Institute of Supply Management mengatakan, indeks  dari sektor jasa secara luas meningkat menjadi 43,7 persen, lebih baik dari perkiraan, menawarkan harapan lebih lanjut untuk pemulihan ekonomi. "Sementara kedua sektor jasa dan manufaktur  masih turun,  mereka mulai meratakan penurunan mereka dan tampak bersiap untuk mendarat," kata Joel Naroff dari Naroff Economic Advisors.

Josh Heller dari RBC Economics Research mengatakan, di antara beberapa sinyal ini mengindikasikan sebuah perbaikan ekonomi. Di antara saham-saham dalam fokus, Kraft Foods naik 3,96 persen menjadi 25,22 dollar AS setelah laba kuartal pertamanya melampaui proyeksi.

Sementara bank mixed (beragam) di tengah kegelisahan terhadap hasil stress tests. Wells Fargo turun 4,04 persen menjadi 23,27 dollar AS, sementara Bank of America naik 4,43 persen menjadi 10,84 dollar AS dan Citigroup bertambah 3,44 persen menjadi 3,31 dollar AS.

Obligasi mixed. Imbal hasil (yield) pada obligasi negara AS berjangka 10 tahun tak berubah dari Senin pada 3,157 persen dan pada obligasi negara berjangka 30 tahun turun menjadi 4,053 persen terhadap 4,065 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dengan arah berlawanan.

Sumber :
Ant