Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 23:59 WIB
Ciputra Ambisi Punya Perumahan di Tiap Provinsi
| Selasa, 12 Mei 2009 | 18:20 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Ciputra Development Tbk berambisi memiliki proyek pengembangan perumahan di setiap provinsi. Ambisi ini dicanangkan setelah berhasil mengembangkan enam proyek hunian di luar Jawa, yakni Citra Garden Lampung, Citra Garden Banjarmasin, Citra Land City Samarinda, Citra Indah Balikpapan, Citra Grand City Palembang, dan Citra Land Celebes Makasar.

Dalam waktu dekat, PT Ciputra Development Tbk akan segera menggarap Pangkalpinang, Bangka Belitung. Direncanakan, Citra Garden Pangkalpinang ini bisa mulai dipasarkan bulan Agustus mendatang. "Saat ini, lahannya seluas 22 hektar dan infrastrukturnya telah kita siapkan," kata Direktur Ciputra Development Tulus Santoso dalam keterangan pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (12/5).

Menurut keterangan Tulus, perumahan Citra Garden di Pangkalpinang ini akan digarap secara bertahap. Setiap tahunnya bakal diselesaikan sekitar 100 sampai 150 rumah. Total jumlah rumah yang akan dibangun sebanyak 600 unit. Diharapkan, proyek yang menelan investasi Rp 750 miliar ini akan selesai dalam empat tahun.

"Modal kerja awal kita telah siapkan Rp 50 miliar. Pada tahap awal, kami rencanakan menjual 100 unit di tahun 2009. Mulai kita pasarkan sekitar bulan Agustus," ujar Tulus.

Mengenai harga, Tulus menyatakan harga akan variatif. Perumahan untuk kalangan menengah ke atas ini akan dijual antara Rp 500 juta dan Rp 1 miliar. Luas tanahnya mulai dari 200 meter dan luas bangunannya mulai dari 250 meter.

"Perseroan saat ini sedang menjajaki survei lokasi di beberapa kota besar, khususnya ibu kota provinsi untuk pengembangan hunian baru. Dalam setahun, perusahaan menargetkan bisa membuka 3-5 proyek baru. Jadi target jangka panjang, kita memiliki proyek perumahan di semua provinsi," katanya.

Saat ini Ciputra telah mengembangkan dan mengelola 21 proyek perumahan dan properti komersial yang tersebar di 14 kota besar di Indonesia. Land bank-nya sekitar 1.500 hektar dan membangun 5000 rumah setiap tahun.

Belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2009 ini sebesar Rp 1 triliun. Pendanaannya berasal dari kas perusahaan dan dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha.

Sebagian besar anggaran belanja modal akan dipakai untuk pembangunan Ciputra World di Jakarta sebesar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar, Ciputra World Surabaya Rp 200 miliar, serta enam proyek di luar Pulau Jawa. "Posisi kas kami saat ini mencapai Rp 2,3 triliun," tutur Tulus.

Sampai dua tahun ke depan, Ciputra tidak memiliki rencana pendanaan eksternal. Ciputra Development juga tidak akan membagikan dividen untuk tahun buku 2008 karena laba bersih masih negatif. Perseroan berpotensi memberikan dividen pada 2010 karena Ciputra diharapkan tumbuh sesuai target. (Sugiyarto)

Sumber :
Persda Network