SURABAYA, KOMPAS.com — Jusuf Kalla dan Wiranto menegaskan bahwa mereka tidak pernah merekayasa keinginan empat partai politik, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), untuk bertemu.
"(Pertemuan) itu sama sekali, kami tidak merekayasanya atau lain-lainnya. Tidak ada sama sekali. Kami terbuka dengan itu (keinginan berkoalisi) karena negara ini negara demokrasi, perkembangan selalu dinamis dan berubah-ubah," ujar Kalla, saat ditanya pers, seusai bersama Wiranto sowan ke sejumlah ulama di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5) malam.
Menurut Kalla, pasangan JK-Win terbuka dengan partai-partai lainnya yang memiliki aspirasi yang sama. "Sebagai partai yang lebih dulu mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres, tentu kami terbuka saja bagi partai-partai lainnya yang seaspirasi untuk berjuang bersama-sama," tambah Kalla.
SBY-Boediono sama-sama pintar
Ditanya apakah empat partai politik itu sungguh-sungguh serius mau berkoalisi dan mendukung pasangan JK-Win, dan tidak cuma perang urat saraf untuk menakut-nakuti pasangan SBY dan Boediono, Kalla tidak mau menanggapi. "Aduh, saya sama sekali tidak ingin mencampuri urusan internal partai lainnya. Kami hanya ingin mengatakan kalau kami terbuka untuk bersama-sama," katanya.
Mengenai penetapan cawapres SBY, yaitu Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, Kalla mengaku tidak khawatir dan akan menghadapinya. "Pak SBY pemimpin yang baik dan pintar. Pak Boed juga orang yang pintar. Kami tidak mau mengomentari terlalu jauh lagi. Ke depan, apa pun itu adalah perjuangan kami. Semuanya harus kita hadapi," demikian Kalla menanggapi.

