Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:15 WIB
Keputusan PKS Tergantung Rayuan Demokrat
Hindra | Kamis, 14 Mei 2009 | 13:43 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini merupakan hari penentuan apakah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan hengkang dari koalisi yang dibentuk Partai Demokrat, ataukah tetap berada di dalam koalisi. Sikap PKS akan ditentukan dari hasil pertemuan tim utusan Partai Demokrat dan PKS.

Siang hingga sore ini, tiga orang delegasi Partai Demokrat akan menemui perwakilan PKS. Mereka harus bisa meyakinkan kepada partai organik yang tengah kecewa tersebut agar tetap berada dalam gerbong koalisi PD, bersama parpol menengah lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, tim PD akan langsung dipimpin Ketua Umum Hadi Utomo. Sementara itu, PKS akan langsung mengutus Presiden PKS Tifatul Sembiring.

"Tempat dan waktunya masih disesuaikan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKS Zulkieflimansyah kepada Kompas.com, Kamis (14/5) di Jakarta. Pada pertemuan tersebut, PKS akan menuntut penjelasan terkait dipilihnya Gubernur BI Boediono sebagai cawapres mendampingi capres PD Susilo Bambang Yudhoyono.

Zulkiefli juga berharap, PD mau berkomitmen untuk memperbaiki pola komunikasinya dalam mengambil keputusan pada pertemuan. "Jangan, karena berpikir, 'Ya sudahlah, PKS kan sudah saya kasih sekian kursi menteri', lalu mereka bisa melakukan apa aja," ujar Zulkiefli.

Menurutnya, PKS keberatan jika hubungan koalisi tersebut hanya sekadar bagi-bagi portfolio di kabinet menteri.