NEW YORK, KOMPAS.com - Terus bertambahnya jumlah pengangguran kembali mengobarkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi AS serta menekan sejumlah harga saham. Harga saham AS melemah setelah terdapat kenaikan jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan sosial akibat kehilangan pekerjaan menyusul diberlakukannya pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar dari sektor otomotif.
Para pelaku pasar khawatir kondisi ekonomi tidak akan segera pulih seperti diharapkan saat harga saham terperosok ke angka terendah dalam 12 tahun terakhir awal Maret. Harga saham merosot, Rabu (20/5), setelah sempat menguat menyusul dikeluarkan kemungkinan dari Bank Sentral AS tentang kondisi ekonomi yang menyusut lebih besar dari yang diperkirakan tahun ini.
Pada 4 jam pertama pertama transaksi, indeks industrial Dow Jones turun 102,75 atau 1,2 persen serta berada pada posisi 8.319,29. Indeks The Standard & Poor’s 500 turun 9,52 atau 1,1 persen serta berada pada 893,95 dan indeks gabungan Nasdaq turun 12,73 atau 0,7 persen serta berada pada 1.715,11.

