JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi balapan liar kendaraan roda dua di Jalan Raya Matraman, Jakarta Timur, dijadikan ajang taruhan uang hingga puluhan juta rupiah.
"Jumat (22/5) malam kemarin taruhan antardua kelompok balapan liar masing-masing mencapai Rp 35 juta," kata petugas keamanan lingkungan Gang Kebo Manggis, Matraman, Lader (45), saat ditemui Antara di Jakarta, Sabtu dini hari.
Ia mengatakan, aksi balapan liar dengan taruhan uang hingga puluhan juta rupiah biasanya dilakukan di antara dua kelompok balapan dari daerah berbeda, sedangkan bagi anak-anak setempat, taruhan biasanya hanya Rp 1 juta-Rp 2 juta. "Pekan kemarin balapan antara kelompok Bandung dan Jakarta masing-masing Rp 35 juta," kata pria asal Ambon tersebut.
Menurutnya, saat itu ia menjadi mediator di antara dua kelompok balapan tersebut, tujuannya supaya tidak terjadi perselisihan akibat taruhan uang itu. Bahkan, ia juga menerima imbalan Rp 250.000 atas jasa tersebut meskipun tidak ada permintaan sebelumnya.
"Balapan dilakukan setiap Jumat malam dan Sabtu malam, biasanya dimulai pukul 02.00," kata Lader.
Sementara itu, menurut seorang warga Pasar Baru,Wiliam, sekitar tiga tahun lalu balapan liar tersebut biasa dilakukan di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, setelah jalan itu dijadikan jalur lambat dengan menggunakan pembatas, balapan liar pindah ke Jalan Matraman. "Sebelum pindah ke Matraman, dulu balapan liar di depan PRJ Kemayoran," katanya.
Biasanya kalau ada petugas polisi yang patroli, balapan liar itu berhenti sementara, jika petugas patroli sudah lewat, balapan mulai lagi.

