
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono akan membuka Muzakarah Cendekiawan Syariah Nusantara ke-3 (The 3rd Regional Syariah Scholar Workshop) yang akan berlangsung 25-26 Mei di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. Forum ini merupakan pertemuan para cendekiawan ekonomi Islam dari negara-negara kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan ini merupakan pertemuan tahunan yang diprakarsai International Shariah Research Academy in Islamic Finance (ISRA) yang berpusat di Malaysia dan berada di bawah nauangan Bank Negara Malaysia. Dalam pertemuan kali ini, ISRA bermitra dengan Dewan Syariah Nasional MUI didukung Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia.
Pakar Ekonomi Syariah Indonesia dan Pimpinan STEI Tazkia Muhammad Antonio Syafii mengatakan, Boediono rencananya akan membuka Muzakarah Cendekiawan Syariah Nusantara ke-3 ini bersama Deputi Bank Negara Malaysia, YangMulia Dato' Muhammad Ibrahim.
"Topik yang akan dibahas seputar pemahaman operasi dan mekanisme perdagangan dan pertukaran mata uang (Forex), serta konsep dan mekanisme SWAP dalam institusi keuangan Islam. Topik tersebut akan dibahas dengan motode workshop dan pemaparan yang akan dihadiri sekitar 150 peserta, termasuk para pakar ekonomi syariah dan ulama," paparnya.
Inti dari pertemuan tersebut, menurut Syafii Antonio adalah sebagai wahana antara pelaku keuangan bisnis syariah yang dimotori oleh syariah schlolar (cendekiawan syariah). Selain itu, untuk menjalin kerjasama pengembangan, kajian produk-produk syariah di Asia Tenggara.
"Pertemuan ini juga sebagai bukti kepedulian para pelaku ekonomi syariah terhadap krisis global," jelas Syafii Antonio. Bagi Indonesia event ini menjadi penting, mengingat Indonesia termasuk negara muslim terbesar di Asia Tenggara, bahkan di dunia. Indonesia memiliki pelaku bisnis syariah terbesar di Asia.
Ada empat tujuan yang ingin dicapai dari pertemuan ini, pertama mewujudkan kesepahaman bersama antara ulama Nusantara yang memiliki rumpun budaya, bahasa serta adat yang sama dengan negara-negara di Asia Tenggara. Kedua, memfasilitasi suatu platform kerjasama yang lebih erat di dalam suatu kerja kolaboratif, pembentukan, diseminasi dan berbagi ilmu di kalangan para ulama dan cendekiawan Islam.
Ketiga membahas permasalahan syariah di dalam aspek keuangan Islam, dan keempat mewujudkan suatu hunungan yang erat di kalangan ulama dan cendekiawan Nusantara dalam rangka memaksimalkan potensi sektor perbankan Islam di tingkat nasional dan internasional.
Syafii Antonio menambahkan, Muzakarah Cendekiawan Syariah Nasional ini diharapkan bisa membangun silaturahim yang berkelanjutan antara cendekiawan dan ulama serantau. "Memberikan sumbangan pemikiran untuk menciptakan perekonomian yang berkeadilan," ujarnya.