JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (25/5) sore, turun sekitar 10 poin meski tekanan pasar mulai berkurang, tetapi posisinya tetap di bawah angka Rp 10.300 per dollar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar mencapai Rp 1.270-Rp 10.280 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 10.260-Rp 10.270 atau turun 10 poin.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Senin, mengatakan, rupiah wajar mengalami tekanan setelah pekan lalu menguat tajam sehingga menembus level Rp 10.300 per dollar AS.
Melemahnya rupiah itu, terutama disebabkan muncul laporan bahwa Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan I 2009 turun menjadi 96,91 dari 102,19 triwulan IV 2008, katanya.
Begitu juga dengan nilai ITB triwulan II 2009, lanjut dia, diperkirakan turun menjadi 98,35. Jadi secara umum kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan masih akan tetap menurun. "Namun, penurunannya lebih lambat dibandingkan triwulan I 2009," tambahnya.
Menurut dia, tekanan pasar yang negatif terhadap rupiah dinilai wajar akibat aksi lepas rupiah dalam jumlah yang relatif kecil.
Rupiah ke depan masih berpeluang untuk menguat lagi yang didukung oleh melemahnya dollar AS terhadap yen, ujarnya.
Rupiah, lanjut dia, dalam beberapa ke depan diperkirakan akan bisa mencapai angka Rp 10.000 per dollar AS karena peluang untuk ke arah sana sangat besar.
Apalagi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 4,4 persen pada kuartal pertama 2009 menunjukkan Indonesia memberikan keyakinan pelaku asing untuk menempatkan investasi di pasar domestik.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,4 persen menunjukkan Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang ekonomi tumbuh cukup baik di bawah China dan India (masing-masing tumbuh enam dan lima persen), tuturnya.

