Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:51 WIB
Konsumen Optimistis, Harga Minyak Naik
Josephus Primus | Rabu, 27 Mei 2009 | 16:28 WIB
|
Share:

shutterstock

SINGAPURA, KOMPAS.com — Harga minyak naik lebih tinggi di perdagangan Asia, Rabu (27/5) siang, untuk kembali berada di atas 62 dollar AS per barrel setelah melewati level tertinggi selama enam bulan menjelang pertemuan OPEC.
   
Kontrak utama berjangka minyak jenis ringan (light sweet crude) untuk pengiriman Juli di New York merangkak naik 23 sen menjadi 62,68 dollar AS per barrel setelah bertahan di 62,45 dollar AS di perdagangan AS, harga penutupan tertinggi sejak 5 November.
   
Sementara itu, harga minyak Laut Utara Brent untuk pengiriman Juli naik 45 sen menjadi 61,69 dollar AS.
   
Pasar terus naik setelah merangkak ke level lebih tinggi, Selasa, karena kalangan trader melihat lonjakan kepercayaan konsumen di AS karena sinyal membaiknya perekonomian dan meningkatnya permintaan energi.
   
"Kondisi ini membuat harga kembali siap untuk menguat di pasar minyak pada musim panas," kata Dave Ernsberger, Direktur Redaksi Senior Penyedia Informasi Energi untuk Asia, Platts.
   
Dia menambahkan, pasar menunggu hasil dari pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Kamis di Vienna, sebagai acuan.
   
Menteri perminyakan Arab Saudi, Ali al-Nuaimi, ketika tiba di ibu kota Austria itu, Selasa, mengatakan, OPEC tampaknya mempertahankan kuota produksi saat ini. "Kami akan mempertahankan apa yang ada," kata menteri yang negaranya menjadi produsen minyak terbesar OPEC.
   
Dia juga mengatakan bahwa harga minyak harus naik ke level 75 dollar AS per barrel. "Kami berharap itu terjadi antara kuartal ketiga dan keempat," katanya.
   
OPEC yang memompa sekitar 40 persen pasokan minyak dunia terus melakukan penurunan produksi sejak akhir tahun lalu dalam rangka meningkatkan harga yang anjlok dari rekor tertinggi di atas 147 dollar AS per barrel pada Juli 2008.

Sumber :
Ant