
JAKARTA, KOMPAS.com — Departemen Keuangan (Depkeu) mengungkapkan, posisi APBN 2009 masih cukup aman hingga harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) 70 dollar AS per barrel.
"Subsidi BBM memang naik, namun APBN kita aman dan tidak sampai tekor hingga harga minyak 70 dollar AS per barrel," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen ESDM Anggito Abimanyu seusai rapat dengan Komisi VII DPR yang membahas asumsi BBM RAPBN 2010 di Jakarta, Kamis (28/5).
Meski fluktuatif, harga minyak cenderung naik belakangan ini. Harga minyak dunia saat ini mencapai 63 dollar AS per barrel.
Anggito mengatakan, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, APBN 2009 masih mengalami surplus akibat kenaikan harga minyak.
Menurut dia, total tambahan penerimaan negara mencapai Rp 41,98 triliun, sementara total tambahan belanja Rp 40,6 triliun.
Asumsi yang dipakai periode Januari-Mei 2009 adalah ICP 47,9 dollar AS per barrel, kurs Rp 11.193 per dollar AS, dan alpha delapan persen.
Selanjutnya, pada Juni ICP 60 dollar AS per barrel, kurs Rp 10.300 per dollar AS, dan alpha delapan persen, serta periode Juli-Desember 2009 ICP 65 dollar AS per barrel, kurs Rp 10.200 per dollar AS dan alpha 11,4 persen atau Rp 563 per liter.
"Selain itu, asumsi lainnya adalah volume BBM bersubsidi yang dipakai adalah 36,8 juta kiloliter, sementara Departemen ESDM sudah mengusulkan 38,9 juta kiloliter," ujarnya.