NEW YORK, KOMPAS.com - Kalangan investor di bursa Wall Street, New York, menemukan alasan untuk terlibat transaksi pembelian saham saat terdapat indikator pemulihan ekonomi. Nilai saham melonjak saat terdapat kenaikan nilai saham komoditas seperti minyak dan gas alam yang mengisyaratkan pelaku pasar akan menguatnya kondisi ekonomi.
Nilai saham Wall Street juga terdongkrak menyusul menyusutnya keprihatinan pasar obligasi setelah terdapat lonjakan permintaan untuk obligasi negara (T-bond). Sebagian besar nilai saham terkemuka menguat lebih dari 1 persen, termasuk indeks industrial Dow Jones, yang meningkat hampir 104 poin. Ini merupakan kenaikan nilai saham Wall Street dalam 2 hari berturut-turut.
Pelaku pasar masih terus mengamati data ekonomi untuk membuktikan bahwa tindakan pembelian saham yang mereka lakukan merupakan tindakan yang tepat. "Pasar terus tertuju perhatiannya pada perkembangan data ekonomi," kata David Joy, ketua ahli strategi pasar Ameriprise Financial Inc.’s RiverSource Investments.
Menurut kalkulasi awal, indeks Dow Jones naik 103,78 atau 1,3 persen menjadi 8.403,80. Indeks The S&P 500 melonjak 13,77 atau 1,5 persen menjadi 906,83. Indeks gabungan Nasdaq naik 20,71 atau 1,2 persen menjadi 1.751,79.

