JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Jabar Banten membutuhkan dana sekitar setengah triliun rupiah untuk pembentukan bank syariah melalui proses pemisahan (spin off). "Untuk menjadi bank umum syariah kami membutuhkan dana sebesar itu," kata Direktur Utama Bank Jabar Banten Agus Ruswendi dalam paparan publik penawaran obligasi VI tahun 2009 bank yang dimiliki oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten itu, Selasa (2/6).
Sampai saat ini, terang Agus, pihaknya masih dalam proses pengajuan surat izin ke Bank Indonesia terkait modal disetor hingga izin usaha. Sementara, kelak, bank yang berkantor pusat di Bandung itu bakal menjadi pemegang 99 persen saham pada bank syariah hasil pemisahan dimaksud. "Sisanya, satu persen adalah milik mitra kami," terang Agus.
Soal pemisahan memang menjadi salah satu keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Jabar Banten pada Maret lalu di samping penerbitan obligasi tersebut.

