Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 17:47 WIB
Turun Tipis, Rupiah Masih Mantap di Kisaran Rp 10.100
Erlangga Djumena | Kamis, 4 Juni 2009 | 10:18 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Nasabah mengamati pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif melalui papan elektronik di sebuah tempat penukaran uang di Kwitang, Jakarta.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Kamis (4/6) pagi, turun 20 poin menjadi Rp 10.160-Rp10.170 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 10.140-Rp 10.150, karena pelaku pasar aktif mencari untung dengan melepas rupiah.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Kamis, mengatakan, koreksi harga terhadap dollar AS karena pelaku melakukan aksi ambil untung.

"Aksi ini disebabkan kenaikan rupiah yang berlanjut hingga mencapai Rp 10.160 per dollar dan memicu pelaku pasar untuk melepasnya guna merealisasikan keuntungan," katanya.

Menurut dia, aksi lepas rupiah yang dilakukan pelaku pasar tidak besar. Mereka masih hati-hati untuk melepas rupiah lebih lanjut karena berbagai indeks konsumen masih positif dan mendukung, seperti indeks kepercayaan konsumen (IKK) yang meningkat. "IKK mengalami kenaikan sebesar 6,3 persen menjadi 89,5 persen pada Mei 2009 yang memberikan sentimen positif pasar sehingga menahan gejolak pelaku pasar untuk melepas saham lebih jauh," katanya.

Ia mengatakan, rupiah masih berpeluang untuk menguat lagi hingga mendekati angka Rp 10.100 per dollar. Kalau tidak ada hambatan ke depan, mata uang Indonesia akan bisa mencapai angka Rp 10.000 per dollar. "Namun, kenaikan rupiah itu diharapkan tidak terlalu cepat meski ada kenaikan relatif tidak besar. Dengan demikian, apabila ada sentimen negatif, rupiah tidak mengalami penurunan yang terlalu cepat," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, laju inflasi Mei 2009 yang mencapai 0,04 persen juga menunjukkan kinerja ekonomi domestik makin membaik yang menimbulkan kepercayaan asing bahwa Indonesia tetap merupakan pasar potensial.

"Karena itu, minat pelaku asing untuk menempatkan dananya di pasar domestik, khususnya pasar saham, semakin besar sehingga indeks saham mencapai 2.000 poin," tuturnya.

Rupiah, menurut dia, pada sore nanti berpeluang untuk menguat karena positif pasar terlihat masih tinggi dan minat untuk membeli rupiah kemungkinan muncul lagi. "Jika tidak ada hambatan, rupiah akan kembali menguat mendekati level Rp 10.100 per dollar," ujarnya.

Sumber :
Ant