Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 17:49 WIB
Rupiah Perkasa, Dollar AS Dekati Rp 10.000
Erlangga Djumena | Kamis, 4 Juni 2009 | 16:56 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Staf penukaran valuta asing di Kwitang, Jakarta menghitung mata uang dollar AS.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS. com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (4/6) sore, menguat mendekati 10.000 per dollar AS karena pelaku pasar kembali membeli rupiah yang didukung membaiknya indeks kepercayaan konsumen (IKK) menjadi 89,5 persen.
    
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik menjadi 10.050-10.060 per dollar AS dibanding hari sebelumnya 10.140-10.150 atau naik 90 poin.
    
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta mengatakan, rupiah diperkirakan dalam waktu tidak lama akan dapat mencapai 10.000 per dollar AS. Namun, posisi rupiah yang baik apabila berada dalam kisaran antara 10.000 dan 10.200 per dollar AS. "Karena itu rupiah diharapkan tidak terlalu cepat mencapai angka 10.000 per dollar AS," ujarnya.
    
Menurut dia, pasar sebenarnya sedang menunggu reaksi perbankan setelah Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan bunga BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,00 persen. "Para pelaku pasar mengharapkan perbankan segera menyesuaikan suku bunga dana maupun kredit yang masih tinggi," ucapnya.

Penurunan suku bunga bank, lanjut dia, akan memicu ekonomi nasional tumbuh lebih baik karena para nasabah akan mengajukan kredit baru di bank yang pada gilirannya akan membuka lapangan kerja baru. "Apabila perbankan telah meresponsnya, maka pergerakan rupiah terhadap dollar akan semakin baik," ucapnya.
    
Rupiah, menurut dia, memang berpeluang untuk menguat lagi. Namun, faktor positif yang muncul di pasar belum dapat memicunya untuk bisa mendekati angka 10.000 per dollar AS karena belum muncul faktor positif yang signifikan.
    
"Meski demikian, pergerakan rupiah untuk menuju ke arah sana cukup kuat, bahkan pergerakan rupiah cenderung lebih cepat dari perkiraan analis yang menyebutkan rupiah akan dapat mencapai 10.000 per dolar AS pada akhir tahun ini," tuturnya.

Ekonomi domestik yang tumbuh makin baik merupakan faktor utama seperti laju inflasi pada Mei 2009 yang lebih rendah mencapai 0,04 persen dibanding bulan sebelumnya, menunjukkan kinerja ekonomi makin solid.

Sumber :
Ant