Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:36 WIB
Foke: Tahun 2010, Banjir Kanal Timur Akan Berfungsi
Rosdianah Dewi | Sabtu, 6 Juni 2009 | 09:56 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pekerja mencatat kedalaman dan jumlah paku bumi yang telah ditancapkan untuk fondasi jembatan di proyek Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (17/6). Sejumlah jembatan akan dibangun di proyek BKT meski di beberapa tempat masih terdapat bangunan yang belum digusur karena sulitnya pembebasan lahan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan, proyek Banjir Kanal Timur (BKT) akan selesai sesuai rencana awal yaitu tahun 2010.

"Tahun 2010, sudah dapat berfungsi, semuanya kan butuh proses, enggak bisa terlau cepat juga," ujar gubernur yang akrab disapa Foke itu saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (6/6) pagi.

Menyoal masalah ganti rugi, Foke menerangkan, saat ini sudah tidak ada lagi masalah dalam hal tersebut. Ia pun menanggapi pernyataan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto yang akan menitipkan uang ganti rugi di  pengadilan, dan pemda yang akan mengurusnya. Menurut Fauzi Bowo, dana tersebut hanya untuk tanah yang bersengketa.

"Yang dititipkan di pengadilan tanah yang statusnya sengketa. Minta putusan pengadilan semua ada inventarisasikan. Setelah ada putusan, baru uang ganti rugi itu diberikan kepada pemenang," imbuhnya.

Proyek Banjir Kanal Timur dimulai tahun 2003. Proyek senilai Rp 4,9 triliun ini terilhami rencana Van Breen, yaitu membuat kanal yang membentang sepanjang 23 kilometer dengan lebar 100-300 meter dari Kali Cipinang di Jakarta Timur sampai Laut Jawa.