KEBUMEN, KOMPAS.com - Hujan yang masih sering turun di tengah awal musim kemarau ini menghambat petani di Kabupaten Kebumen untuk mulai menanam tembakau. Petani menjadi khawatir akan terlambat panen dan ketinggalan untuk memasok tembakau ke sejumlah produsen rokok lokal.
Seperti biasanya, menurut salah seorang pengurus Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Karanggayam, Sukirno, para petani di Kecamatan Karanggayam mulai menanam tembakau pada akhir Mei hingga awal Juni. Baru pada akhir Agustus hingga awal September, tembakau dapat dipanen dan diolah untuk dipasok ke sejumlah pabrik rokok lokal di Kebumen.
"Tetapi kondisi cuaca sekarang jauh berbeda. Hujan masih terus turun di musim kemarau. Kami menjadi tidak mengerti dan bingung, kapan bisa mulai tanam tembakau," katanya, Kamis (11/6).
Kalau sampai sepekan hingga dua pekan ke depan masih turun hujan, Sukirno mengaku, dipastikan petani tidak bisa tanam tembakau. Padahal areal tembakau di Kecamatan Karanggayam lebih dari 500 hektar. Harga tembakau yang telah diolah dan dirajang bisa mencapai Rp 50.000 per kilogram.
Sebaliknya kalau cuaca pekan ini membaik, menurut petani lainnya Teguh Sudarmaji, petani bisa mulai tanam tembakau dan memanennya pada pertengahan Sept ember. Dengan demikian, petani masih bisa menjual panen tembakaunya ke gudang pabrik rokok lokal, yang biasanya tutup gudang atau berhenti membeli tembakau pada akhir September.
"Untuk dijual ke Temanggung, juga masih bisa selama masih bulan September. Sebab, beberapa gudang rokok di sana juga tutup pada pertengahan September," katanya.
Dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrim itu, baik Sukirno maupun Teguh berharap agar Pemerintah Kabupaten Kebumen dapat memberikan pembinaan maupun pelatihan bagi petani untuk mengatur pola tanam dan meningkatkan kualitas tembakau.
"Selama ini, para petani Kebumen hanya menanam tembakau mengikuti ilmu dari orang-orang tua terdahulu. Mereka tidak tahu bagaimana caranya agar tembakau Kebumen bisa meningkat kualitasnya seperti di Temanggung. Bahkan untuk mengetahui kadar nikotin pada tembakau saja kami belum tahu caranya," tutur Sukirno.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kebumen Junaedi Fathurohman mengatakan, dalam menghadapi perubahan cuaca belakangan ini pihaknya tid ak bisa berbuat apa-apa, selain petani menyesuaikan diri pada perubahan cuaca yang ada.
Namun terkait peningkatan kualitas tembakau, Junaedi mengatakan, pihaknya sudah memiliki program penanaman tembakau rendah nikotin untuk memenuhi kebutuhan pabrik rokok ringan ni kotin. Sebaliknya untuk tembakau tinggi nakotin sudah dikuasai oleh tembakau Temanggung.
"Agak sulit bersaing dengan tembakau Temanggung. Apalagi kalau kami menjual tembakau ke Temanggung, itu pun dibatasi dengan kuota," jelasnya.
