Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:20 WIB
BRI Tetap Setia Dukung Usaha Kecil
Erlangga Djumena | Jumat, 12 Juni 2009 | 10:43 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan tetap berkomitmen untuk terus mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bisa menjadi penggerak perekonomian Tanah Air.

"Komitmen BRI terhadap UMKM terlihat dari pengucuran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan cukup besar mencapai Rp 10,55 triliun," kata Wakil Kepala Divisi Bisnis Program BRI, Eria Dasamsomi, di Jakarta, Jumat (12/6).

Dilihat dari total KUR yang diberikan pada tahun ini sebesar Rp 14,08 triliun pada enam bank penyalur KUR, BRI telah menyalurkan sebesar 74,89 persen, sedangkan bank lainnya hanya 25,11 persen. "Itu semua menunjukkan BRI bersama lima bank lainnya masih tetap menunjukkan keseriusan terhadap KUR untuk UMKM," tegas Eria.

Komitmen BRI untuk UMKM juga terlihat dari posisi portofolio kredit untuk UMKM yang sebesar 81,80 persen dari total kredit yang diberikan. Dengan jaringan kerja BRI yang tersebar hampir di seluruh Indonesia semuanya sudah online untuk melayani UMKM.

BRI juga memiliki misi melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada UMKM agar bisa menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Keseriusan BRI juga terlihat dari terpilihnya bank tersebut sebagai tempat peluncuran kredit UMKM dan Koperasi dengan pola penjaminan KUR yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007.

Berkaitan dengan pembinaan UMKM, mantan Kepala Bapepam Marzuki Usman, Rabu (10/6), mengatakan, pemerintah perlu meniru langkah Bursa London yang khusus membuka bursa bagi UMKM-nya dalam mencari modal tambahan. "Bursa Efek Indonesia (BEI) selama ini hanya menerima perusahaan-perusahaan besar, sehingga kemudian timbul anggapan bahwa BEI hanya untuk orang kaya," katanya.

Menurut dia, sekarang ini sudah banyak perusahaan UMKM yang asetnya mencapai miliaran rupiah. Guna memperluas usahanya, mereka ingin juga masuk ke bursa, tetapi niat itu terhalang oleh anggapan bahwa bursa di Jakarta itu hanya bisa dimanfaatkan pengusaha besar. "Banyak koperasi di Tanah Air yang asetnya sudah mencapai miliaran rupiah," kata Marzuki.

Sumber :
Ant