Rabu, 23 Juli 2014

/ Bisnis & Keuangan

Hore... Gaji Ke-13 Segera Dibayarkan

Jumat, 12 Juni 2009 | 14:38 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akan segera membayarkan gaji ke-13 kepada pegawai negeri, baik sipil, maupun militer, termasuk para pensiunan pada pertengahan Juni ini atau paling lambat awal Juli 2009.

"Gaji ke-13 sudah ada alokasi dananya, peraturan pemerintah (PP)-nya sudah terbit, saya upayakan supaya bisa keluar pada Juni ini juga," kata Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo saat ditemui di Gedung Depkeu Jakarta, Jumat (12/6).

Ia menyebutkan, khusus untuk gaji ke-13, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan PT Taspen dan PT ASABRI agar pembayaran gaji ke-13 kepada pensiunan dapat mulai diberikan pada tanggal 29 Juni 2009.
    
Ketika ditanya berapa besar kebutuhan dana untuk pembayaran gaji ke-13 itu, Herry menyatakan tidak hafal. Namun, berdasar PP42/2009/8 Juni/2009 tentang pemberian gaji/pensiun/tunjanganbulan ke-13 dalam tahun anggaran 2009 kepada pegawai negeri/pejabat negara, penerimaan pensiun/tunjangan harus dibayarkan pada Juni atau Juli.

"Itu untuk semua golongan pegawai negeri dan pensiunan, baik sipil, maupun militer, besarnya sama dengan pembayaran gaji bulan Juni," ungkapnya.

Ia menyebutkan, PP yang mengatur pembayaran gaji ke-13 itu resmi terbit pada 9 Juni 2009, dan saat ini sedang disiapkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan untuk tindak lanjutnya.

"Pokoknya begitu keluar Perdirjen-nya hari ini (Jumat) atau paling lambat Senin, maka pada Selasa, siapa pun bisa mengajukan permintaan ke perbendaharaan," katanya.

Namun, ia mengingatkan agar gaji ke-13 tidak dipolitisasi karena gaji itu tiap tahun diberikan, jadi bukan hal yang mendadak.

Sementara itu, mengenai realisasi subsidi BBM menyusul meningkatnya harga minyak, Herry menyatakan, realisasi akan tergantung pada permintaan dari Pertamina setelah diverifikasi Ditjen Anggaran. "Itu tergantung permintaan, nanti itu diverifikasi Ditjen Anggaran, saya tak pegang datanya," katanya.

Remunerasi BI

Sementara itu, mengenai remunerasi dana pemerintah di Bank Indonesia (BI), Herry memperkirakan, realisasi penerimaannya kemungkinan akan di bawah target 2009. "Penerimaan dari remunerasi BI tiap bulan masuk, dan besarnya antara lain tergantung dari BI Rate. Dengan BI Rate makin turun, maka remunerasinya juga makin kecil," katanya.

Ia menyebutkan, target penerimaan dari remunerasi dana pemerintah di BI sebesar Rp 3 triliun. "Kemungkinan nanti dapat di bawah itu karena BI Rate terus turun, mungkin dapatnya sekitar 65 persen, saya kira sampai saat ini belum sampai 50 persennya," kata Herry.


Editor :
Sumber: