Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:24 WIB
34 Imigran Gelap Terdampar di Bengkulu
M Suprihadi | Jumat, 12 Juni 2009 | 21:53 WIB
|
Share:

Kompas/Kornelis Kewa Ama
Salah satu lokasi di sebelah selatan Desa Oelaba, Kecamatan Rote Timur, Nusa Tenggara Timur, yang sering dijadikan tempat pemberangkatan imigran gelap pada malam hari.

TERKAIT:

BENGKULU, KOMPAS.com- Sebanyak 34 imigran gelap asal Afganistan dan Iran terdampar dan ditangkap di Bengkulu. Sampai Jumat  (12/6) malam ini, mereka masih diamankan dan dimintai keterangan pihak Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

Menurut pengakuan sementara, mereka masuk perairan daerah itu melalui sejumlah agen atau nelayan Indonesia. "Itu pengakuan mereka ketika kita periksa, seperti yang diungkapkan salah seorang imigran gelap asal Afganistan bernama Yunus," kata Kepala Polresta Bengkulu Ajun Komisaris Besar Agung Setya. 

"Selain 34 imigran gelap asal Timur Tengah itu, Polresta Bengkulu juga menahan dua anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia," ujar Kapolres, tanpa menyebut kedua nama dan asal ABK itu.

Yunus, salah seorang imigran asal Afganistan ketika dimintai keterangan oleh penyidik Polresta Bengkulu mengakui, mereka berada diperairan laut Bengkulu melalui agen/nelayan Indonesia. "Kami terpaksa melarikan diri dari negara kami, karena tidak kuat menghadapi perang yang terus melanda negara kami," katanya. Tujuan mereka melarikan diri juga untuk mencari suaka di negara lain.

"Untuk sampai Indonesia, pertama kami transit dulu melalui Malaysia dengan membayar 2.000 dolar AS. Kemudian untuk masuk ke wilayah Indonesia kami harus membayar lagi 1.000 dolar," kata Yunus.

Dia mengaku dari 34 imigran yang tertangkap tersebut satu sama yang lainnya saling tidak mengenal, karena baru bertemu di atas kapal. "Kami tidak saling kenal, ketemupun baru di atas kapal," katanya.

Sudah dua minggu

Yunus mengaku sudah berada di Kota Bengkulu selama dua minggu dan tinggal di Pondok Kelapa. Setelah berada di Bengkulu selama dua minggu akhirnya mereka tertangkap juga oleh aparat berwajib.

Jumlah imigran gelap yang tertangkap polisi sebanyak 34 orang yaitu 33 orang laki-laki dan satu perempuan.

Sumber :
Ant