JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden Jusuf Kalla menegaskan akan memberi peluang besar perbankan syariah untuk bergiat di ekonomi nasional. Peranan perbankan syariah yang semula hanya 2-3 persen di masa mendatang akan diberi porsi peranan hingga 25 persen.
"Peranan bank syariah saat ini hanya 2-3 persen. Saya sanggup memberi peranan hingga 25 persen di masa mendatang," kata Jusuf Kalla saat menggelar kampanye dialogis dengan masyarakat di sekitar Cakung-Cilincing, Jakarta, Minggu (14/6).
Menurut Kalla, perluasan peranan bank syariah lantaran bank syariah berkembang, dan mampu bertahan di masa krisis ekonomi melanda dunia. "Ekonomi syariah lebih tahan dari ekonomi kapitalis," tukas Kalla.
Tidak ekonomi syariah yang dikembangkan, Kalla juga mendorong ekonomi mandiri di Indonesia. "Bangsa yang besar tidak boleh bergantung," ujar Kalla.
Mantan Menko Kesra ini menyatakan, pemerintahan di bawah kendali JK-Wiranto akan merubah semua kontrak yang dianggap merugikan kepentingan masyarakat Indonesia. "Selama ini, kita merubah semua kontrak yang merugikan," sergahnya.
