Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:58 WIB
Kini Dijaga 24 Jam dan Dibangun Pos Polisi
| Sabtu, 20 Juni 2009 | 05:31 WIB
|
Share:

SURYA/SUGIHARTO
Sejumlah pengendara roda dua melintas di samping pagar pembatas Jembatan Suramadu yang hilang murnya dan tidak rapat, Rabu (17/6). Jembatan yang dibuat dengan rencana memiliki umur 100 tahun dan baru diresmikan tanggal 10 Juni lalu.

TERKAIT:

 

SURABAYA, KOMPAS.com - Untuk menjaga sejumlah aset Jembatan Suramadu dari aksi vandalisme maupun kriminalitas, PT Jasa Marga (Persero) melakukan patroli selama 24 jam. Petugas patroli akan berkeliling setiap 30 menit sekali di sepanjang Tol Jembatan Suramadu.

”Lima petugas akan berpatroli setiap 30 menit sekali,” tutur Kepala Cabang PT Jasa Marga Surabaya-Gempol Agus Purnomo, Jumat (19/6) di Surabaya.

Sedangkan untuk menjaga kelengkapan dan keamanan fasilitas infrastruktur Jembatan Suramadu, PT Jasa Marga juga melakukan inventarisasi peralatan selama seminggu sekali. Semua perangkat jembatan, mulai dari mur, baut, hingga rambu-rambu, akan didata secara periodik.

Pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur juga menambah personel untuk menjaga Jembatan Suramadu serta membangun pos pengamanan baru di sisi Kabupaten Bangkalan karena daerah itu sepi dari permukiman penduduk.

Menurut Kepala Biro Operasional Polda Jatim Komisaris Besar Abdul Madjid Tawil di Surabaya, tambahan 90 personel itu dibagi dalam tiga shift berbeda selama 24 jam penuh.

Madjid menambahkan, pengamanan di bawah jembatan juga dilaksanakan dengan mengoperasikan tiga kapal 202 tipe C Direktorat Polisi Air yang berfungsi melakukan pengaturan, penjagaan, dan pengawalan. Dengan demikian, lokasi bawah jembatan dapat dibersihkan dari kemungkinan lokasi permukiman penduduk liar, pedagang kaki lima, atau tempat kapal nelayan ditambatkan.

Pos di akses Madura

Pengamanan kepolisian, lanjut Madjid, difokuskan pada pengamanan di daratan Madura. Pasalnya, sepanjang 11 kilometer akses menuju dan dari Jembatan Suramadu merupakan kawasan sepi dan rawan.

”Penerangannya sangat minim, tidak ada permukiman sama sekali karena ini lokasi yang baru dibuka,” katanya.

Kasus kriminalitas di sekitar kawasan Suramadu sudah kerap terjadi, mulai dari aksi vandalisme yang mencopoti mur, baut, dan lampu penerangan jembatan hingga penjambretan. Salah satu korban penjambretan adalah anggota DPRD Bali, I Made Wirawan, Kamis malam.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Sukolilo Ajun Komisaris Sutadji, Made Wirawan ditodong dengan celurit oleh dua penjahat yang mengendarai sepeda motor. Selesai merampas, pelaku melarikan diri ke arah Surabaya. (ABK/DEE)

Sumber :
Kompas Cetak