Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:02 WIB
Bojonegoro Targetkan Produksi Tembakau 1,2 Ton Per Hektar
Adi Sucipto | Selasa, 23 Juni 2009 | 15:03 WIB
|
Share:

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Produksi tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2008 mencapai 1 ton per hektar. Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Bojonegoro Subowo, Selasa (23/6), menyatakan, tahun ini target produksi tembakau 1,2 ton per hektar.

Upaya mencapai target tersebut dilakukan dengan pemberian bantuan benih dan sosialisasi peningkatan mutu tembakau. Pada Selasa (23/6), sosialisasi peningkatan mutu tembakau diselenggarakan di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem. Sebelumnya sosialisasi dilaksanakan di Kecamatan Baureno.

Subowo mengatakan, sosialisasi pemberdayaan komoditas tembakau dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada petani tembakau mulai dari pola tanam yang tepat, pemupukan sampai dengan cara petik yang benar, sehingga hasilnya maksimal. "Pada musim tanam tahun ini, tanaman tembakau terkendala tidak menentunya curah hujan di wilayah Bojonegoro," katanya.

Pada tahun ini, sebagai upaya meningkatkan produktivitas tembakau di Kabupaten Bojonegoro telah diberikan bantuan bibit dan pupuk kepada kelompok tani. "Tahun ini saja pemerintah memberikan bantuan benih tembakau gratis jenis T-45," katanya.

Wakil Bupati Setyo Hartono menambahkan, bidang agribisnis yakni hutan dan budi daya perkebunan menjadi salah satu prioritas yang akan dikembangkan di wilayah Bojonegoro. "Tembakau Virginia dulu menjadi primadona dan ikon Bojonegoro," kata Setyo.

Pengembalian potensi tembakau di Bojonegoro terus dikembangkan melalui beberapa program pemberian bantuan kepada petani berupa bibit maupun pupuk. Menurut Setyo, seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) diharapkan memberikan sosialisasi tentang pola tanam yang benar kepada petani. "Penyuluhan itu mulai dari pembuatan bedeng, pencabutan bibit, penanaman dan petik hingga pengeringan. Dengan demikian, mutu tembakau terjaga produktivitas meningkat, sehingga berdampak pada harga tembakau tinggi," katanya.

Setyo menyebutkan, tahun 2008 Kabupaten Bojonegoro mampu menambah pendapatan dari cukai rokok sebesar Rp 6,6 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp3,6 miliar. "Semakin meningkat hasil tanam tembakau diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani. Semakin naik pula pendapatan dari cukai rokok," ujarnya.