Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:38 WIB
Indonesia Tidak Bisa Dibangun dengan Utang
Imam Prihadiyoko | Rabu, 24 Juni 2009 | 02:59 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, bahwa karakter yang harus dimiliki bangsa ini adalah yang berpihak pada rakyat  dan tidak membangun bangsa dengan utang.  

"Bangsa yang dibangun dengan utang, tetap akan menjadi beban negara. Apalagi, jika utang dijadikan sebagai instrumen ekonomi yang mendasar," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Haedar, kebijakan fiskal belum sepenuhnya mandiri dan berpihak pada kepentingan rakyat, terutama kelompok miskin serta rentan terhadap berbagai gejolak ekonomi.

Hal ini disebabkan karena ketergantungan yang besar kepada utang luar negeri dan penerimaan dalam negeri yang belum optimal. Akibatnya, anggaran negara tidak bisa berfungsi secara optimal untuk membiayai pembangunan.   

"Ke depan, kita perlu membangun kepercayaan, bangsa ini perlu pemimpin yang bisa membangun saling percaya baik kedalam maupun keluar," ujarnya.