SURABAYA, KOMPAS.com - Berangkat dari terbatasnya tempat pameran yang terjangkau bagi pelaku UMKM ekonomi menengah ke bawah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera membuka gedung pameran produk Jawa Timur bulan September mendatang. Sampai dengan akhir tahun 2009, pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara gratis.
Gedung pameran produk seluas 18 X 16 meter persegi didirikan di Jalan Juanda, Surabaya. Pendirian gedung berlantai dua ini diharapkan dapat dimanfaatkan sekitar 4,5 juta UMKM di seluruh Jatim.
"Ketersediaan pasar menjadi masalah dalam pengembangan UMKM. Para pelaku UMKM tak akan mampu membayar biaya sewa stan di mal atau gedung yang mencapai Rp 15 juta per tiga hari. Karena itu, gedung pameran produk Jatim diharapkan memecahkan permasalahan ini," kata Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jatim Moch Hadiyanto, Rabu (24/6) di Surabaya.
Di gedung pameran produk Jatim tersedia 50 stan. Rencananya, di gedung tersebut setiap hari akan diselenggarakan pameran yang secara tematik akan berganti dalam dua minggu sekali.
Menurut Hadiyanto, dengan kapasitas 50 stan, maka setiap bulan diperkirakan 100 UMKM dapat memamerkan produk mereka. Sehingga dalam setahun diprediksi 1.200 UMKM bisa memanfaatkan fasilitas ini.
Mulai bulan September hingga Desember 2009, pelaku UMKM tak dipungut biaya sewa stan. Namun tahun 2010 mendatang, setiap pelaku UMKM yang memamerkan produk mereka akan ditarik biaya sewa Rp 250.000 untuk masa sewa 14 hari.
"Tarif ini sangat murah karena hanya dengan uang Rp 250.000 pelaku usaha dapat menyewa stan selama 14 hari. Padahal untuk stan di gedung lain bisa mencapai Rp 15 juta hanya dalam tempo tiga hari saja," ucap Hadiyanto.
Jaring wisatawan
Lokasi pembangunan gedung pameran produk di Juanda yang menghabiskan dana hingga Rp 2 miliar ini sangat strategis karena berada di lintasan turis domestik maupun mancanegara. Setiap hari, rata-rata 11.000 orang wisatawan baik domestik ma upun mancanegara melewati kawasan Juanda.
Selain pembangunan gedung pameran produk Jatim, Pemprov Jatim juga akan membangun gedung pusat sovenir. Rencana pembangunan gedung pusat sovenir ini sudah diajukan ke Anggaran perubahan 2009 dengan kisaran dana memcapai Rp 3 miliar.
"Di gedung pusat sovenir, masing-masing kabupaten/kota akan menempati satu paviliun untuk memperkenalkan produk-produk mereka. Fasilitas ini yang pertama kali ada di Indonesia," tuturnya.
Sektor dinamis
Direktur Direktorat Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia Ratna E Amiaty menambahkan, sektor UMKM sangat menggerakkan roda perekonomian masyarakat karena bersifat padat karya. Diakui, perbankan seringkali harus hati-hati dalam menerima pengajuan kredit UMKM. Tetapi fakta menunjukkan UMKM memberikan profit besar pada sektor perbankan.
