JAKARTA, KOMPAS.com — Janji pertumbuhan ekonomi kembali dikumandangkan calon presiden Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kesempatan acara Debat Calon Presiden II yang berlangsung Kamis (25/6) malam ini di studio MetroTV, Jakarta.
Di bawah tajuk "Strategi Kebijakan dan Langkah-langkah Kongkrit 5 Tahun dalam Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran", SBY menegaskan bahwa dalam 5 tahun ke depan, prioritasnya adalah mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen demi berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran. "Lebih lanjut pengangguran diharapkan bisa turun 5 hingga 6 persen, kemiskinan bisa turun 8 sampai 10 persen," kata SBY.
Sebelumnya, pada bagian awal pemaparan visi-misinya, SBY tak lupa mengungkapkan sejumlah keberhasilan dalam masa pemerintahannya sekarang. Ia mengatakan, meskipun dalam beberapa waktu lalu Indonesia mengalami imbas dari krisis global, namun Indonesia bisa selamat dari keterpurukan yang mendalam.
"Amerika mencapai 10 persen angka pengangguran. Alhamdulillah kita tidak terjatuh dalam kemiskinan. Apa yang dilakukan? Sebagai Presiden saya memilih dua cara, pertama, meningkatkan ekonomi, kedua intervensi pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan," ungkap SBY.
Lebih jauh, SBY mengatakan, pemerintahan yang dipimpinnya tahun lalu dapat mencapai angka kemiskinan terendah dalam 10 tahun terakhir. "Tanpa disadari dalam gonjang-ganjing krisis global, pengangguran tak seberat negara lain. Bahkan, kontraksi pertumbuhan kita paling tinggi, di atas China sekalipun," sambungnya.
SBY menegaskan, kemiskinan adalah masalah yang dihadapi oleh semua negara di muka bumi. Tidak hanya negara berkembang, negara maju pun mengalami masalah itu. Dan seluruh persoalan itu hanya dapat diselesaikan secara bertahap. "Dengan keyakinan dan kerja sama seluruh daerah, 5 tahun mendatang kita bisa menurunkan lagi pengangguran, dan menurunkan pula kemiskinan," ujar SBY.


