JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa pun presiden yang bakal memimpin Indonesia dalam periode 2009-2014, keberadaan subsidi di dalam elemen APBN akan tetap ada. Hal ini terungkap dalam acara Debat Calon Presiden II, yang saat ini tengah berlangsung di studio MetroTV, Jakarta.
Capres Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, berpandangan bahwa keberadaan subsidi tetap diperlukan sepanjang tujuannya untuk membantu rakyat kecil. "Subsidi BBM suatu saat bisa dikurangi, tapi sekarang ini belum layak dikurangi, apalagi masih banyak saudara kita yang belum hidup layak. Tetapi subsidi yang tidak tepat sasaran yang tidak adil harus kita kurangi," kata SBY. "Subsidi yang salah sasaran harus dicabut," ungkapnya.
Pandangan lebih dalam diungkapkan Jusuf Kalla. Menurut capres Partai Golkar ini, subsidi akan tetap diperlukan sepanjang hal tersebut masih diperlukan. "Yang menjadi soal kita adalah mengurangi obyek subsidinya. Di mana obyek tertinggi? Di listrik, di minyak tanah," ungkapnya. "Minyak tanah kita konversi ke gas, kita bangun pembangkit-pembangkit listrik. Jadi, kita menurunkan subsidi dengan teknologi, tidak merepotkan rakyat," tegasnya.
Sementara itu, Megawati yang hampir dilewatkan oleh moderator Aviliani pun sepakat dengan dipertahankannya subsidi. "Subsidi tetap diperlukan karena itu perintah negara, perintah konstitusi untuk memberikannya kepada kehidupan rakyat banyak. Bagaimana mengatur, untuk bisa mengatur pemberian subsidi," ujar Megawati.
Sebelumnya, dalam acara yang disiarkan langsung di MetroTV ini, Aviliani sempat memotong acara untuk break iklan. Padahal, saat itu baru SBY dan JK yang mengungkapkan pandangannya. Sedetik kemudian, moderator baru sadar bahwa Mega belum berbicara. Aviliani pun meminta maaf.
