Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 08:30 WIB
BI: Masih Ada Ruang untuk Pemangkasan Suku Bunga
| Senin, 29 Juni 2009 | 09:03 WIB
|
Share:

BASEL, KOMPAS.com — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom mengatakan, ia masih melihat adanya ruang untuk pemangkasan suku bunga acuan BI Rate. Ia juga menghitung inflasi sepertinya bakal anjlok ke level yang cukup rendah dari prediksi bank sentral pada akhir tahun ini. Hal ini ditegaskan pada Minggu (29/6) waktu Switzerland.

"Masih ada ruang untuk bergerak, tetapi seberapa besar dan kapan, itu adalah pertanyaan lain," katanya di sela-sela pertemuan Bank for International Settlements.

Menurutnya, yang pasti tingkat inflasi akan terus menyusut. "Tingkat inflasi akan berada di level yang cukup rendah dari yang pernah ada, dan saya kira pada akhir tahun ini akan mendekati ke level yang sangat rendah dari target kami," tuturnya.

Awal bulan ini, bank sentral memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen, turun dari level tertingginya pada Novermber tahun lalu yang sempat menyentuh 9,5 persen.

Inflasi per Mei 2009 sebesar 6,04 persen setelah sempat melejit hingga 12,14 persen pada September 2008. BI memprediksi inflasi tahun ini bergerak 5-7 persen.

Miranda mengatakan, Indonesia, seperti halnya negara lain, memperkirakan, pemulihan perekonomian bakal terjadi tahun depan  sehingga sangat penting untuk tetap menekan inflasi. Saat ini inflasi sudah cukup menopang aktivitas perekonomian di Indonesia.

Untuk merangsang perekonomuian domestik, pemerintah berencana menggerojokkan stimulus fiskal sebesar Rp 73,3 triliun atau setara dengan 6,91 miliar dollar AS tahun ini. Angka ini lebih besar dari tax breaks untuk industri.

Pada kuartal pertama tahun ini, perekonomian Indonesia tumbuh 4,4 persen. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencuatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepertinya bakal melambat menjadi 3,5 persen pada tahun ini dari 6,1 persen pada 2008. OECD memprediksi, perekonomian Indonesia bakal menggelinding sebesar 4,8 persen pada 2010.

OECD juga menyatakan, siklus pemangkasan suku bunga acuan bakal menemui titik akhirnya. Pasalnya, aktivitas perekonomian sudah mulai menggeliat.

"Mayoritas pejabat bank sentral berpikir bahwa kita tidak lagi melihat adanya ancaman dari tekanan inflasi dalam waktu dekat. Kami tidak milihatnya tahun ini, dan kemungkinan hingga akhir tahun depan," tutur Miranda.

Namun, imbuh Miranda, sangat penting untuk mulai memikirkan bagaimana keluar dari kebijakan stimulus ini. Hanya saja, BI belum membicarakan hal tersebut dengan lebih spesifik.

"Prioritas pertama saat ini adalah bagaimana menjaga perekonomian terus menggelinding sehingga kita bisa mengurangi dampak krisis," katanya. (Femi Adi Soempeno/Kontan)

Sumber :
KONTAN