JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal ini disebabkan perseroan membukukan rugi untuk tahun buku 2008.
Demikian disampaikan Direktur Utama BNBR Ari Hudaya seusai RUPS di Hotel Intercontinental Jakarta Midplaza, Selasa (30/6). "RUPST tadi memutuskan untuk tidak membagikan deviden karena rugi," kata Ari.
Selain memutuskan untuk tidak membagikan deviden, Ari mejelaskan, dalam RUPST yang berlangsung sejak tadi pagi, ada dua agenda lain yang disetujui para pemegang saham, yakni menyetujui laporan keuangan tahunan dan penunjukan kuasa auditor. RUPST ini berlangsung cukup alot dan digelar selama tiga jam.
Sebelumnya, manajemen Bakrie Brothers merevisi rugi bersih tahun buku 2008 menjadi Rp 15,86 triliun. Semula, dalam laporan keuangan yang dipublikasikan melalui dua harian ekonomi di Jakarta, rugi bersih perseroan tertulis Rp 16,6 triliun. Menurut manajemen, perseroan memperoleh tambahan laba dari anak usaha sebesar Rp 1,58 triliun.
Manajemen menjelaskan, bila tidak terjadi perlambatan ekonomi global yang memaksa perseroan merestrukturisasi utang melalui rasionalisasi aset, penjajakan mitra strategis, dan penjualan aset-aset kolateral, kinerja perseroan masih cukup kuat.
