Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:38 WIB
Pengiriman TKI Dihentikan, PJTKI Resah
Mohamad Burhanudin | Selasa, 30 Juni 2009 | 17:19 WIB
|
Share:

BANYUMAS, KOMPAS.com — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Cilacap menghentikan pengiriman tenaga kerja ke Malaysia membuat resah perusahaan jasa pengerah tenaga kerja. Puluhan calon tenaga kerja ke Malaysia pun gagal berangkat. Mereka berharap penghentian ini tak berlarut-larut.

Kepala Cabang PJTKI Sarimadu Banyumas, Eva Andriani, Selasa (30/6), mengatakan, penghentian itu bukan hanya merugikan perusahaan jasa pengerah tenaga kerja, tetapi juga calon tenaga kerja. Mereka berharap segera mendapatkan pekerjaan di Malaysia.

"Penghentian ini membuat para calon TKI ini harus menganggur dulu sampai waktu yang tak pasti. Kebanyakan mereka perempuan, dan menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya tak bekerja. Satu-satunya harapan mereka bekerja di luar negeri," papar Eva.

Di PJTKI Sarimadu, kata Eva, dalam seminggu terakhir terdapat 15 calon TKI asal Banyumas yang gagal berangkat ke Malaysia menyusul kebijakan penghentian tersebut. Mereka semuanya adalah perempuan dan hendak bekerja di sektor informal, yakni pembantu rumah tangga.

"Untuk pekerja sektor formal sekarang lagi tutup. Yang ada sekarang untuk informal. Tapi semuanya sekarang ditunda, kecuali yang telah mendaftar sebelum tanggal 26 Juni lalu," papar dia.

Eva mendukung penuh pembuatan nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia. Namun, semestinya hal itu tanpa harus diikuti dengan penghentian. Penyiksaan TKI asal Indonesia di Malaysia hanya kasuistis.

Asosiasi Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Cilacap pun mengeluhkan hal yang sama. Mereka menyayangkan kebijakan penghentian yang cenderung mendadak itu.

"Mestinya ada pemberitahuan awal lebih dulu sebelum dihentikan," ujar Ketua Apjati Cilacap Rochibin.

Akibat penghentian tersebut, ratusan calon TKI ke Malaysia dari Cilacap gagal berangkat. Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Jateng yang paling banyak mengirim TKI ke luar negeri, terutama Malaysia.

Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyumas, Teguh Budi, mengatakan, penghentian ini untuk sementara. Bagi calon TKI yang hendak bekerja di Malaysia, disarankan untuk mengganti negara tujuan.

"Kami menyarankan agar calon TKI memilih negara alternatif seperti Singapura, Taiwan atau Hongkong sambil menunggu kebijakan selanjutnya dari pemerintah," tandas dia.