Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:46 WIB
Minyak Naik, APBN Masih Aman
Erlangga Djumena | Kamis, 2 Juli 2009 | 15:27 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom Universitas Indonesia, Chatib Basri, menilai kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude oil) yang menyentuh 61 dollar AS per barrel belum membahayakan APBN.

"Saya melihat APBN masih aman. Kenaikan harga minyak memang menaikkan subsidi, tapi apresiasi rupiah dari Rp 11.000-an menjadi Rp 10.000-an membuat defisit menurun. Jadi net impact-nya APBN masih aman," kata Chatib yang juga merupakan anggota tim kampanye nasional pasangan SBY-Boediono di Jakarta, Kamis (2/7).

Selain itu, katanya, harga minyak mentah Indonesia secara rata-rata masih di bawah asumsi yang ditetapkan sebesar 42 dollar AS per barrel. "Kenaikan harga minyak dunia kan baru terjadi 3 minggu sehingga belum menaikkan harga rata-rata secara signifikan," katanya.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, anggaran subsidi BBM dan listrik naik dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp 67 triliun menjadi Rp 102,5 triliun akibat kenaikan harga minyak mentah Indonesia menjadi 61 dollar AS per barrel.

Anggaran subsidi BBM yang dianggarkan sebesar Rp 24,5 triliun, diperkirakan membengkak menjadi Rp 54,3 triliun atau melonjak 221,5 persen. Sementara itu, subsidi listrik naik 13,5 persen dari Rp 42,5 triliun menjadi Rp 48,2 triliun.

Sumber :
Ant