
JAKARTA, KOMPAS.com — Rupanya, bukan cuma masyarakat yang bingung harga gula tak kunjung turun. Pemerintah pun heran harga gula belum juga turun. Padahal, musim giling tebu sudah hampir selesai.
"Biasanya, kalau panen harga turun, tapi ini tidak. Jadi, harga gula tidak naik, tapi tidak turun juga," kata Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kelautan dan Perikanan Bayu Krishnamurti di Jakarta, Jumat (3/7).
Oleh karena itu, Bayu berjanji akan menggelar rapat koordinasi bersama Departemen Perdagangan guna menelusuri penyebab anomali alias keanehan harga gula itu. "Kami akan adakan rakor untuk mencari solusinya," tutur Bayu.
Sekadar informasi, sebenarnya pemerintah menginginkan harga gula konsumsi bergerak di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogram selama musim giling. Namun, hingga kini harga gula konsumsi tetap bergerak di level Rp 8.000 hingga Rp 8.500 per kilogram.
Di sisi lain, menurut Bayu, pasokan gula terhadap industri sendiri tak pernah surut. "Mungkin masih ada masalah dengan timing, pricing, dan distribusinya," tukasnya. (Hans Henricus/Kontan)