KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Lonjakan Pendapatan Interkoneksi Operator Telekomunikasi
Sabtu, 4 Juli 2009 | 05:20 WIB
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pekerja memperbaiki menara base transceiver station (BTS) di Bogor Barat, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/7). Berdasarkan data Ditjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, jumlah pelanggan telepon seluler di Indonesia hingga akhir tahun 2007 tercatat 98,62 juta orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendapatan interkoneksi 12 operator telekomunikasi pada 2008 tercatat Rp 18,94 miliar melonjak 5,89 persen dibanding 2007 sebesar Rp 17,89 miliar. "Pertumbuhan pendapatan interkoneksi dipicu melonjaknya trafik komunikasi," kata Sekjen Asosiasi Kliring Interkoneksi dan Telekomunikasi (Askitel), Rakhmat Junaidi, di Jakarta, Jumat (3/7) malam.
     
Menurut Rakhmat industri telekomunikasi di tanah air dari tahun ke tahun terus tumbuh sejalan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan komunikasi. Konsumen juga lebih bebas memilih layanan operator yang jumlahnya sebanyak 12 perusahaan, dan masing-masing  operator sudah saling membuka interkoneksi.
     
Selama tahun 2008, jumlah panggilan (traffic call) antar 12 operator telekomunikasi mencapai 22 miliar panggilan, naik 19 persen dari tahun 2007 sebanyak 16 miliar.  Sedangkan dari sisi durasi percakapan mencapai 28,2 miliar menit, melonjak 28,04 persen dari sebelumnya 22 miliar menit.
     
Ia menjelaskan jumlah panggilan terbesar dicatat TelkomGrup mencapai 32 persen dari total panggilan, dengan lama percakapan 46 persen. Meski begitu Rakhmat tidak menyebutkan besaran pendapatan interkoneksi operator TelkomGrup tersebut.
      
"TelkomGrup mendominasi trafik karena Telkomsel dan TelkomFlexi menjadi pemimpin pasar dengan jumlah pelanggan terbesar," tegasnya.

Sumber : Antara Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.