Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:51 WIB
Tunggu Pilpres, Pelaku Pasar Tahan Diri
Erlangga Djumena | Senin, 6 Juli 2009 | 07:35 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia pekan ini diperkirakan akan menahan diri memasuki Pemilu Presiden RI, Rabu (8/7) ini.

Menurut analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, investor asing dan domestik tampaknya akan menahan diri terlebih dahulu serta memperhatikan perkembangan dan kestabilan politik dalam negeri.

"Memasuki election week yang kami nilai cukup krusial, indeks diperkirakan akan bergerak mixed atau sideways pada awal pekan," sebutnya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya masih melihat beberapa saham unggulan yang mengalami penurunan cukup tajam pada pekan lalu cukup menarik untuk diakumulasi kembali. "Secara teknikal, terlihat kecenderungan pola sideways. Volume perdagangan dalam 3 pekan terakhir terlihat terus mengalami penurunan. Kami perkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 2.047-2.100," tambahnya.

Pekan lalu, indeks Harga Saham Gabungan berhasil menguat 1,72 persen dari pembukaan 2.040,19 menjadi 2.075,30 pada penutupan Jumat lalu.

Menguatnya IHSG didukung oleh faktor internal dalam negeri seperti data inflasi Juni dan suku bunga BI Rate. BPS mengumumkan inflasi Juni 2009 sebesar 0,11 persen dan 3,65 persen year on year. "Angka 3,65 persen ini turun signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang masih tercatat 6,04 persen," sebut Purwoko.

Menurutnya, pasar terlihat bergerak menguat mengantisipasikan penurunan suku bunga. "Saham sektor perbankan, properti, consumer goods tampak menjadi sasaran trading bagi investor," ujarnya.

Di sisi lain, anjloknya harga minyak yang sempat menyentuh level 66 dollar AS per barrel menjadi sentimen negatif bagi saham berbasis komoditas. Faktor eksternal lain yang mewarnai pergerakan indeks pada pekan lalu adalah data manufaktur AS mengalami kenaikan setelah beberapa saat terus mengalami penurunan.